Petani Miskin di Barito Kuala Jalani Operasi Tumor Gratis

RABU, 11 JANUARI 2017

MARAHABAN — Pemerintah Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, membebaskan biaya operasi tumor terhadap Ahmadi (49), seorang petani miskin warga Desa Puntik Luar, Kecamatan Mandastana. Ia menjalani operasi pengangkatan tumor di RSUD Abdul Aziz Marabahan, Rabu (11/1/2017).
Pasien asal keluarga miskin, Ahmadi setelah menjalani operasi pengangkatan tumor di bagian wajah.
Pria lajang yang sehari-hari bekerja sebagai petani dan tinggal bersama ibunya yang sudah berusia 90-an tahun itu, mengalami benjolan tumor sebesar buah naga di pipi kanan. Tim medis RSUD Abdul Aziz yang berjumlah 5 orang hanya perlu waktu 2 jam untuk mengangkat benjolan tumor. Operasi yang dimulai pukul 11.00-13.00 WITA itu berjalan lancar. Sebelum operasi, tim dokter sempat mengobservasi fisik pasien pada Minggu (8/1/2017).
Tim medis melakukan pemeriksaan diagnostik dengan mengambil sampel jaringan atau sel untuk dianalisis di laboratorium. Hasil uji laboratorium ini untuk mengetahui penyakit serta pengobatan selanjutnya.
Ketua Tim Operasi, dr Andi Nuransyah Sp.PB., mengatakan, operasi tumor terhadap Ahmadi tidak menemui kendala. Korban hanya sedikit mengalami penderahan, namun tidak menimbulkan permasalahan. Andi mengatakan, jenis penyakit yang diderita Ahmadi hanya berupa tumor jinak. “Setelah operasi ini tidak ada kemungkinan permasalahan serius yang dialami yang bersangkutan,” katanya, usai melakukan operasi, Rabu (11/1/2017).
Namun demikian, Andi memprediksi kemungkinan ada sedikit gangguan psikis setelah operasi di wajah yang meninggalkan bekas, meski bertahap bisa diperbaiki. Pasca operasi, kata dia, penderita tinggal menjalani proses penyembuhan dan tak beberapa lama bisa pulang. Setelah itu, Andi mempersilakan yang bersangkutan rawat jalan sembari rutin pemeriksaan bekas luka. “Sementara di rumah sakit dulu,” ujar Andi.
Ahmadi sosok lelaki yang berprofesi sebagai buruh tani ini semula menolak tindakan operasi. Ia memilih tetap hidup sambil menahan sakit, karena ketiadaan biaya pengobatan. Pria itu tinggal bersama ibu kandungnya yang sudah berusia 90-an tahun.
Pihak Kantor Kecamatan Mandastana sejatinya pernah dua kali membawa Ahmadi berobat ke RSUD Anshari Saleh, Kota Banjarmasin. Namun, Ahmadi memilih pulang setelah dibayangi tingginya biaya pengobatan.
Penderitaan Ahmadi akhirnya diketahui oleh Bupati Barito Kuala, H Hasanuddin Murad dan isteri, Hj Noormiliyani AS. Mereka lekas mengunjungi Ahmadi dan membujuknya untuk berobat. Uluran bantuan Bupati membuat Ahmadi bersedia menjalani serangkaian tindakan medis sebelum dioperasi di RSUD Abdul Aziz Marabahan.

Jurnalis : Diananta P. Sumedi / Editor: Koko Triarko / Foto : Diananta P. Sumedi

Lihat juga...