Perempuan Pesisir Lampung Sokong Ekonomi Keluarga dengan Menjual Ikan

KAMIS, 5 JANUARI 2017

LAMPUNG — Kehidupan pesisir pantai di beberapa kabupaten di Provinsi Lampung tak lepas dari kehidupan sebagai nelayan dan aktifitas berkaitan dengan laut dan pantai. Keberadaan pantai, pesisir dan laut menjadi tempat yang cukup menyokong perekonomian, terutama bagi nelayan yang melaut di wilayah perairan Teluk Lampung, Pesisir Timur Lampung hingga ke Laut Jawa. 
Penjual ikan di pasar higienis Kalianda
Sebagian kampung nelayan yang ada di wilayah Kecamatan Labuhan Maringgai Lampung Timur, wilayah pesisir Way Muli Kecamatan Rajabasa dan sekitar wilayah pesisir Kalianda pun menggantungkan hidupnya dari aktifitas melaut. Sebagian dilakukan kaum laki laki dan tak jarang wanita memiliki peran menyokong kaum laki laki dengan menjadi penjual ikan setelah nelayan setempat selesai melaut.
Salah satu wanita penjual ikan di Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur, Umini (34) mengaku semenjak menikah dengan suaminya, Sodik (36) yang merupakan seorang nelayan, dirinya ikut membantu sang suami dengan berjualan ikan. Sebagai nelayan tradisional tangkapan ikan yang berhasil ditangkap tidak sebanyak ikan tangkapan nelayan dengan modal kapal besar yang bisa menangkap ikan berkuintal-kuintal jumlahnya. Sebagai upaya menyiasati membantu sang suami, Umini kerap mengikuti pelelangan ikan di TPI Labuhan Maringgai untuk menghidupi keluarga.
“Kalau tidak ada kerjaan sebetulnya dahulu saya hanya sebagai pencari kerang namun setelah menikah dan harus banyak berkumpul dengan keluarga saya membantu suami berjualan ikan saat suami melaut, kadang ikut lelang ikan untuk dijual lagi,”terang Umini salah satu penjual ikan saat dikonfirmasi Cendana News di TPI Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur, Kamis (5/1/2017).
Ia bahkan harus berada di pelelangan ikan yang juga sekaligus berfungsi sebagai pasar ikan tersebut sepanjang hari untuk menjual berbagai jenis ikan. Omzet sekitar Rp500ribu hingga Rp1juta pun diperolehnya untuk membantu perekonomian keluarga yang di antaranya digunakan untuk biaya sekolah anaknya. 
Umini  (kerudung pink) penjual ikan di labuhan Maringgai Lampung Timur
Umini pun tak sendiri karena sebagian besar pedagang ikan yang ada di TPI Labuhan Maringgai merupakan kaum perempuan yang sehari hari berjualan ikan untuk menambah ekonomi keluarga.
Lain halnya dengan perempuan di wilayah pesisir Kalianda dan Rajabasa Lampung Selatan. Sebagian perempuan yang berjualan ikan dengan cara menetap juga dilakukan dengan cara berkeliling. 
Pedagang ikan keliling menggunakan tampah, wadah khusus yang disiapkan dari rumah akan berkeliling dengan cara berjalan kaki setelah sang suami memperoleh ikan hasil tangkapan di perairan Kalianda dan Rajabasa diantaranya di sekitar Pulau Sang Tiga, Pulau Sebuku dan Pulau Sebesi.
Nurlela (34) mengaku, selain berjualan ikan dengan cara menetap yang dibantu sang ibu, dirinya juga kerap menjajakan ikan dari rumah ke rumah. Cara tersebut dilakukan untuk membantu sang suami yang juga bekerja sebagai penjual ikan keliling menggunakan kendaraan roda dua. 
“Kalau ibu saya menjaga jualan ikan di emper rumah saya keliling berjualan dengan tampah atau ember sementara pada hari lain bergantian saya yang menjaga lapak,”ungkap Nurlela.
Aktifitas berjualan ikan dengan cara berkeliling tersebut diakui oleh Nurlela merupakan pekerjaan yang dilakukan sejak lama. Saat ini ia mengaku beruntung ikan ikan yang akan dijual banyak disetor oleh pengepul ikan baik ikan air tawar maupun ikan air laut. Padahal sebelumnya untuk memperoleh ikan ia harus pergi jauh ke tempat pelelangan ikan dan mebgikuti lelang pada jam-jam tertentu.
Peluang lokasi yang berada di pesisir pantai dengan sumber utama mata pencaharian sebagai nelayan yang dilakukan oleh para laki-laki tersebut menurut Nurlela ikut disokong oleh kaum perempuan. Bahkan sudah sangat umum di wilayah tersebut saat sang suami melaut kaum perempuan akan berusaha menambah penghasilan keluarga dengan berjualan ikan meski dengan cara berkeliling dari satu rumah ke rumah lainnya.
Sebagai penjual ikan keliling ia mengaku menjual ikan menyesuaikan dengan jumlah pasokan ikan yang tersedia sebab dalam kondisi sulit mencari ikan di laut, harga ikan yang dijajakannya cenderung tinggi. Beberapa ikan yang dijual olehnya diantaranya ikan tengkurungan dengan harga Rp17ribu, ikan Simba Rp32 ribu, ikan Selar Rp17 ribu serta beberapa jenis ikan lain yang dijualnya dengan cara berjalan kaki.
Nurlela menyiapkan ikan dagangan
Selain perempuan perempuan yang memantu sangs uami dengan berjualan ikan, sebagian perempuan di pesisir Kalianda bahkan menjadi penjual ikan di pasar higienis Kalianda Lampung Selatan. Sebagai wilayah yang kaya akan ikan potensi tersebut dimanfaatkan oleh kaum perempuan di wilayah tersebut dengan menjual ikan beragam jenis di lokasi yang telah disediakan dan menetap tanpa harus berpindah pindah sehingga pembeli yang akan mendatangi pasar ikan higienis untuk membeli ikan.

Jurnalis : Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Henk Widi

Lihat juga...