Monumen Tsunami Maumere Rampung Akhir Januari 2017

SENIN, 23 JANUARI 2017

MAUMERE — Pembangunan monumen tsunami yang berada di jantung Kota Maumere tepatnya di bekas Taman Kota sudah memasuki tahap akhir, sudah sekitar 95 persen, dan diperkirakan rampung pada 23 Januari 2017. Pembangunan monumen ini untuk peringatan warga Kota Maumere yang pernah mengalami tsunami pada 12 Desember 1992. Selain itu, monumen ini juga dapat mengingatkan warga masyarakat akan ancaman bahaya tsunami dan cara mengatasinya.

Pembangunan monumen tsunami di Maumere yang hampir rampung.

Demikian disampaikan Yeni Kebupung, Direktris PT Gading Landscape Maumere selaku kontraktor pelaksana saat ditemui Cendana News di lokasi pembangunan monumen tsunami, Senin (23/1/2017).

“Kami harapkan paling lama hari ini, 23 Januari 2017, pembangunannya sudah rampung sehingga bisa cepat diserahterimakan kepada pemerintah agar bisa menjadi sarana berkumpul warga bersosialisasi,” ujarnya.

Yeni, sapaannya, pihaknya sedang melakukan pemasangan grass block, penanaman rumput, dan pemasangan paving block. Selain itu untuk memperlebar ruang tugu, bak saluran air diperkecil sesuai permintaan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Taman di area monumen tsunami.

Ditambahkannya, meski tidak ada di dalam kontrak, sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah dan memberikan yang terbaik baik ruang publik warga, pihaknya menanam 32 pohon berukuran besar dan menambah pot bunga untuk mempercantik taman monumen.

“Masyarakat perlu ruang publik untuk bisa bersosialisasi. Kerinduan itu bisa terlihat saat kami sedang membangun saja banyak warga yang datang berfoto dan melihat-lihat,” ungkapnya.

Yeni berharap, pemerintah Kabupaten Sikka bisa memperbanyak taman kota dan ruang publik serta membuat hutan kota sehingga wajah Kota Maumere bisa lebih ramah dan terlihat hijau. Walau ada pro kontra di masyarakat dan DPRD Sikka soal pembangunan monumen dan ruang publik ini, dirinya menganggap hal itu lumrah terjadi. Dalam sebuah pembangunan pasti ada pro dan kontra.

Yeni Kebupung, Direktris PT Gading Landscape Maumere.

“Saya melihat semua pendapat itu baik adanya dan wajar. Dalam sebuah pembangunan tentu ada pro dan kontra. Namun sebagai warga Sikka saya ingin agar semakin banyak ruang publik agar masyarakat bisa bersosialisasi,” pungkasnya.

Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary

Lihat juga...