Damandiri Membangun Harmoni di Tengah Beragam Tantangan

SENIN, 23 JANUARI 2017

JAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Yayasan Damandiri memiliki kebijakan menempatkan masing-masing satu Posdaya di setiap wilayah Rukun Warga (RW). Hasil yang diharapkan Posdaya mampu memberdayakan tujuh sampai dua belas lingkungan Rukun Tetangga (RT) yang berada di bawah naungan masing-masing RW. Para Ketua RW dan RT setempat diharapkan bersinergi dengan Posdaya mengenai beragam program kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Yayasan Damandiri.

Darsih Trisman, Sumarti, dan Atidjah, para kader Posdaya Durian RW 04 Kelurahan Ragunan, Jakarta Selatan.

“Sebelum menjadi Posdaya, kami ditangani Lembaga Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Pancasila. Pelatihan awal tentang konsep kerja Posdaya memang seperti itu, kami dan masing-masing kepala lingkungan harus bersinergi agar program berjalan lancar,” jelas Sumarti, Ketua Kegiatan PKK RW 04 merangkap Ketua Posdaya Durian RW 04 Kelurahan Ragunan, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan kepada Cendana News.

Namun yang terjadi di lapangan justru bertolak belakang dengan pelatihan teknis pelaksanaan yang diperoleh Sumarti. Ketua RW 04 Kelurahan Ragunan kebetulan tidak aktif dalam kegiatan warga setempat. Otomatis ia tidak bisa bersinergi dengan setiap kegiatan yang dilakukan Posdaya Durian. Bahkan menurut keterangan Sumarti, sampai istri Ketua RW 04 juga kerap menolak untuk hadir dalam kegiatan-kegiatan PKK yang bersinergi dengan Posdaya Durian. “Sepintas tidak berpengaruh untuk beberapa kegiatan, akan tetapi akan berpengaruh besar jika memang ada kegiatan yang memerlukan kehadiran Ketua RW atau minimal istrinya,” imbuh Sumarti.

Dengan keadaan berbeda dari Posdaya kebanyakan yang sinerginya kental dengan kepala lingkungan seperti RW (bahkan ada Ketua RW yang merangkap Ketua Posdaya), tidak menyurutkan semangat para kader Damandiri Posdaya Durian untuk terus memajukan kegiatan dalam memberdayakan masyarakat setempat. “Pertimbangan kami begini, semua yang dilakukan adalah positif serta demi kemajuan warga setempat. Itu saja yang membuat semangat kami tetap ada,” tambah Sumarti.

Walau mengalami tantangan yang cukup rumit, Posdaya Durian ternyata mampu menjalankan tanggung jawab memberdayakan aspek kewirausahaan warga. Posdaya Durian memaksimalkan Tabungan Kredit Pundi Sejahtera atau Tabur Puja untuk meningkatkan taraf kehidupan warga setempat. Satu-persatu lahir hasil industri kreatif mikro warga di wilayah kerja Posdaya Durian. Antara lain, industri tas menggunakan bahan baku mote (akrilik berbentuk bola-bola kecil) dan keripik singkong.

“Kedua hasil industri usaha mikro yang muncul adalah buah kreativitas salah seorang kader kami bernama Ninik. Kesehariannya diisi dengan menjadi salah satu pengurus Posdaya sebagai sekretaris dan menjalankan usaha warung. Juga membuat tas berbahan mote serta keripik singkong yang dibuat sendiri di rumahnya setelah sebelumnya menjadi anggota Tabur Puja,” pungkas Sumarti.

Kendala atau tantangan memang selalu ada dalam setiap kegiatan, akan tetapi jika mampu diatasi bersama-sama dengan kepala dingin pasti ada hikmah di balik tantangan tersebut. Hikmahnya adalah warga jadi semakin teredukasi menuju kemandirian. Dalam arti kemandirian untuk memberdayakan potensi diri demi meningkatkan keberdayaan keluarga maupun lingkungan di sekitarnya. Proses produksi tas mote dan keripik singkong milik Ninik kerap menggunakan tenaga bantuan tetangga setempat. Mereka diberikan imbalan setimpal untuk pekerjaan yang dilakukan, istilahnya mengisi waktu senggang yang menghasilkan uang.

Menghadapi kendala dengan kepala dingin diterapkan pengurus Posdaya Durian. Undangan bagi Ketua RW maupun istri untuk menghadiri acara-acara tertentu, baik acara PKK, Posyandu lansia maupun balita, turut pula diantar ke kediaman kepala lingkungan secara rutin. Tidak sedikit pun pengurus Posdaya Durian mengesampingkan rasa hormat kepada kepala lingkungan dan tetap berharap kelak yang bersangkutan bisa aktif bersinergi, minimal memberi dukungan moril atau sekadar hadir dalam kegiatan tertentu yang dilakukan Posdaya Durian bersama warga.

Melalui kendala yang dihadapi Posdaya Durian, Yayasan Damandiri secara tidak langsung turut mengedukasi warga serta para kadernya untuk terus menjaga harmoni. Tetaplah kepala lingkungan dengan pilihan jalannya sendiri, akan tetapi warga yang butuh pemberdayaan harus diselamatkan. Itulah prinsip yang dilakukan pengurus Posdaya Durian selama ini.

Contoh tas berbahan mote, produk kreatif  Ninik.

“Semoga keadaan bisa berubah, karena warga juga tidak pernah mengharapkan bantuan materi dari kepala lingkungan, hanya perhatian. Mengapa justru Yayasan Damandiri yang berasal dari luar lingkungan ini bisa memberi perhatian kepada kami. Semoga ke depan ada perubahan,” harap Atidjah, salah seorang lansia yang berdagang busana muslim berkat Tabur Puja, sekaligus menutup perbincangan dengan Cendana News.

Jurnalis: Miechell Koagouw / Editor: Satmoko / Foto: Miechell Koagouw

Lihat juga...