Melihat dari Dekat Aktivitas Pelelangan Ikan di TPI Bom Kalianda Lampung

SENIN, 2 JANUARI 2017

BERITA FOTO — Aktifitas transaksi jual beli ikan di Tempat Pelelangan ikan (TPI) yang berada di Pusat Pendaratan Ikan (PPI) Dermaga Bom, memerlukan proses pelelangan yang dilakukan oleh juru lelang, nelayan pemilik ikan, pembeli serta beberapa pihak di antaranya pencatat transaksi, petugas keamanan serta beberapa orang yang terlibat untuk memperlancar proses lelang ikan. Proses dimulai dari nelayan nelayan yang merapat ke dermaga sekitar pukul 14:00 WIB serta sejumlah nelayan dari wilayah lain yang membawa ikan berbagai jenis untuk dilelang, seperti ikan pari, ikan tongkol, ikan tenggiri, ikan tengkurungan, ikan kakap, rajungan, serta berbagai jenis ikan hasil tangkapan lainnya.
Setiap nelayan akan mendaftarkan ikan-ikan yang dilelang, sehingga ikan yang telah dikelompokkan akan diberi nama dalam secarik kertas. Petugas akan memulai dengan urutan ikan-ikan yang diberi nama sesuai pemilik ikan, sambil menunggu penawar ikan yang sebagian merupakan pedagang ikan di pasar higienis Kalianda atau pedagang-pedagang ikan yang ada di wilayah Kalianda. Sementara, sebagian penjual telah menunggu hampir setengah jam sebelum proses pelelangan dilakukan.
Ikan-ikan yang dibawa dari kapal-kapal nelayan yang telah bersandar, langsung dibawa menuju TPI, sehingga aktivitas pelelangan ikan bisa berjalan setiap hari dengan normal. Proses lelang yang terkesan penuh keakraban dan sesekali disertai gurauan-gurauan kecil, menjadi pemandangan sehari- hari di TPI Bom Kalianda, yang merupakan salah-satu tempat pendaratan ikan di wilayah Lampung Selatan dari beberapa tempat pendaratan ikan lainnya yang ada di Lampung Selatan. TPI Bom merupakan unit usaha yang berada di Pusat Pendaratan Ikan Bom dan dikelola oleh Koperasi Mina Dermaga yang ada di Kelurahan Kalianda.
Kesiapan para peserta lelang pun menjadi faktor penentu dari lancarnya transaksi lelang ikan tersebut. Kesiapan dilakukan dengan telah membawa uang dalam jumlah tertentu yang disetorkan kepada pengelola TPI sebelum melakukan transaksi jual beli. Proses pelelangan dilakukan sebagaimana umumnya pelelangan. Siapa yang menawar harga paling tinggi adalah pemenang lelang. Ikan yang terjual akan dicatat siapa pembelinya, kemudian pemenang lelang mengurusi pembayaran sebelum ikan dibawa keluar ke TPI. Beberapa anak kecil terlihat membantu memasukkan ikan-ikan yang telah dilelang ke dalam wadah-wadah sebelum dibawa pemenang lelang. Sementara itu, juru lelang duduk di kursi tinggi selayaknya wasit dalam pertandingan olahraga bola voli.
Proses lelang yang dilakukan ini menjadi keuntungan bagi nelayan, agar tidak terjebak ulah tengkulak. Harga ikan semakin tinggi, mempengaruhi pendapatan yang didapatkan nelayan. Penghasilan tersebut juga ikut menyumbang pendapatan bagi TPI, dengan retribusi yang juga ikut disetorkan dari hasil ikan yang dijual. Keberadaan tempat pelelangan sekaligus menjadi jalan memutus mata rantai kesulitan permodalan yang dialami para nelayan, yang sebagian juga tergabung dalam koperasi untuk keperluan aktifitas operasional melaut.
Selain aktivitas pelelangan ikan yang menarik untuk dilihat, pembenahan di TPI Bom Kalianda juga mulai dilakukan dengan membuat pagar khusus, sehingga aktifitas di tempat pelelangan hanya dilakukan oleh pemilik ikan, pembeli dan pihak luar tidak masuk ke areal pelelangan. Meski aktivitas pelelangan tetap berjalan, namun pada awal tahun jumlah ikan yang dilelang para nelayan masih cukup sedikit, karena banyak nelayan yang belum melakukan aktivitas melaut, dan masih menikmati liburan tahun baru.
Anak-anak nelayan turut membantu saat pelelangan ikan. 

Persiapan lelang oleh para nelayan penjualan ikan dan pembeli.

Peserta lelang memasukkan ikan yang telah dibelinya.

Juru Lelang duduk di kursi lelang mengawasi jalannya lelang ikan.

Jurnalis : Henk Widi / Editor : Koko Triarko / Foto : Henk Widi

Lihat juga...