KAMIS, 26 JANUARI 2017
JAKARTA — Menjelang Pilkada DKI Jakarta yang semakin panas, banyak muncul berita hoax. Salah satunya isu yang menyudutkan TNI akan berpihak ke salah satu kandidat.
| Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, Mantan Kepala BIN. |
Untuk menangani berita hoax di Indonesia yang semakin marak seiring perkembangan dunia cyber, pemerintah sebenarnya sudah memiliki cara tersendiri. Buktinya beberapa kasus penyebaran berita fitnah dan bohong tersebut bisa dilacak sekaligus ditangkap pelakunya. Namun tetap saja butuh edukasi bagi masyarakat agar tidak mudah termakan hoax.
“Ibarat pengamanan seorang kepala negara, masyarakat sebagai pengawal terdepan dalam menangkal masuk atau beredarnya hoax. Edukasi agar masyarakat lebih cerdas dalam menyaring setiap berita yang mereka baca adalah sangat penting,” papar Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, mantan Kepala BIN di Kantor Pusat Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD), Jakarta, Kamis (26/01/2017).
Selain masyarakat, ada instrumen penting yang dianggap mampu menangkal berita hoax, khususnya media online. Media harus mampu menjaga keutuhan, jangan malah ikut menyebarkan berita hoax, apa pun alasannya. Media yang baik pastinya akan melakukan hal tersebut demi menjaga nama baik dan keutuhan negara Republik Indonesia. Karena berita hoax biasanya datang dari orang atau kelompok yang memiliki kepentingan besar. Untuk itu mereka harus mencari massa pendukung yang besar pula, bagaimanapun caranya.
“Media harus bahu-membahu dalam menghentikan jalur atau aliran hoax dari orang-orang seperti itu. Saya kira orang-orang media lebih cerdas melihat indikator apakah sebuah berita dikatakan hoax atau tidak. Jadi tinggal bagaimana media memainkan peran pentingnya tersebut jika memang sudah mengetahui ciri-ciri hoax,” tutup pria yang sekarang aktif sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan PPAD tersebut.
Pemerintah, masyarakat dan media harus bekerja keras untuk menangkal berita-berita yang menghasut masyarakat untuk berbuat hal-hal yang tidak baik. Masyarakat maupun kelompok mana pun harus menyadari keprihatinan PPAD terhadap situasi belakangan ini. Media sebagai salah satu instrumen penting mengawal keutuhan bangsa harus memainkan peran yang memang semestinya dimainkan, yakni pemberitaan berimbang, cerdas dan anti terhadap berita hoax.
Jurnalis: Miechell Koagouw / Editor: Satmoko / Foto: Miechell Koagouw