SENIN, 30 JANUARI 2017
YOGYAKARTA — Sebagai upaya menyukseskan Gerakan Nasional Penanaman 50 Juta tanaman cabai di pekarangan, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) – Balitbangtan Yogyakarta, menanda-tangani Perjanjian Kerjasama Pendampingan Inovasi Teknologi Pertanian DIY dengan Tim Penggerak PKK DIY, bertempat di Kepatihan Yogyakarta, Senin (30/1/2017). Dalam acara ini, BPTP DIY juga melakukan penyerahan sebanyak 25.000 bibit cabai kepada Tim Pengerak PKK DIY secara simbolik.
![]() |
| Peneyerahan simbolik bibit cabai dari Ketua BPTP DIY kepada Ketua Tim Penggerak PKK DIY. |
Kepala BPTP DIY, Dr Joko Pramono, MP., menyatakan, kegiatan ini dilakukan sebagai upaya Pemerintah melalui BPTP Balitbangtan DIY sebagai Unit Pelakasa Teknis Kementerian Pertanian, dalam mengajak masyarakat menanam cabai. Gerakan menanam cabai ini dilakukan agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan rumah tangganya sendiri, sehingga diharapkan tidak muncul kekhawatiran berlebih, saat terjadi kenaikan harga cabai.
“Kita menyediakan bibit cabai sebanyak dua pululh lima ribu batang yang akan dibagikan secara gratis kepada ibu-ibu PKK se-DIY. Bibit ini kita salurkan secara bertahap, dan ditargetkan dapat tersalur seluruhnya pada Februari 2017 mendatang,” ujarnya.
Di samping penyediaan benih, BPTP DIY juga akan melakukan pendampingan kepada ibu-ibu PKK se-DIY dalam kurun waktu 1 tahun ke depan. Hal ini diperlukan agar program gerakan menanam cabai bisa berjalan maksimal. Terlebih sebagian besar ibu-ibu PKK tersebut secara umum tidak memiliki dasar ilmu di bidang pertanian.
“Pendampingan ini bisa dilakukan dalam bentuk pelatihan praktis. Bisa dilakukan secara langsung atau dengan mengumpulkan ibu-ibu PKK. Bidang pelatihan antara lain mulai dari cara pembudi-dayaan praktis. Hingga pengendalian hama penyakit, misalnya dengan pelatihan pembuatan pestisida alami,” ujarnya.
![]() |
| Penanda-tanganan kerjasama gerakan tanam cabai |
Ia berharap adanya kerjasama dengan Tim Penggerak PKK DIY ini, dapat mengidentifikasi kelompok-kelompok PKK yang ada di DIY sebagai kelompok percontohan dalam gerakan menanam cabai. Sehingga, diharapkan upaya pendampingan bisa lebih terfokus. “Penanaman bibit cabai ini bisa langsung dilakukan di tanah bagi masyarakat yang memiliki lahan pekarangan luas. Atau bisa dilakukan di dalam pot, bagi yang lahannya terbatas. Kita harapkan gerakan ini ke depan tidak hanya mencakup cabai saja, tapi juga sayuran lain seperti tomat sawi kangkung dll,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua I Tim Pengerak PKK DIY, GKBRAA Paku Alam, mengakui penguasaan teknologi pertanian bagi ibu-ibu PKK yang meski sebagian telah tergabung dalam kegiatan pertanian seperti Kelompok Wanita Tani, hingga kini masih perlu ditingkatkan. Tanpa adanya pendampingan, dikhawatirkan upaya penanaman cabai di lahan pekarangan tidak akan bisa berjalan maksimal.
“Dengan adanya pendampingan ini kita yakin upaya gerakan menanam cabai di pekarangan, khusunya ibu-ibu PKK dapat lebih maksimal. Sehingga, kita harapkan ke depan masyarakat akan memiliki persediaan pangan yang cukup, sehingga masyarakat DIY juga benar-benar bisa memiliki ketahanan pangan,” ujarnya.
Kepala BPTP DIY, Dr Joko Pramono MP dan Wakil Ketua I Tim Pengerak PKK DIY, GKBRAA Pakualam saat melakukan acara Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Pendampingan Inovasi Teknologi Pertanian
Jurnalis: Jatmika H Kusmargana/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Jatmika H Kusmargana
