Layanan Makin membaik, Penumpang Kereta Commuter Meningkat Musim Libur Awal 2017

RABU 4 JANUARI 2017
BOGOR— Jarrad, seorang mahasiswa tingkat terakhir dari Kota New York, Amerika Serikat terkesima ketika memasuki gerbang elektronik (electronic gate) sejak dari RawabuntuTadinya bule berusia 26 tahun ini mengira bakal menemui  sistem transportasi yang buruk seperti umumnya negara berkembang.  Di negara asalnya sistem transportasi juga sudah pakai gerbang elektronik. Setidaknya dalam ketertiban kereta commuter  Jabodetabek sudah mengalami kemajuan.

Antrian di loket Stasiun Bogor musim libur. 

“Secara umum kereta commuter sudah baik, tetapi perlu ditambah rangkaian kereta, dan sepertinya perlu toilet dalam rangkaian KRL,  Jadi penumpang tidak perlu keluar stasiun,” tutur Jarrad ketika ditemui Cendana News, Rabu (4/1) di dalam kereta.

Hal senada juga diungkapkan Shanty, 26 tahun seorang karyawati  di Jakarta. Sehari-hari dia bolak-balik dengan Kereta Commuter ke kediamannya di kawasan Citayam. Sekitar 3-4 tahun lalu, ia harus bersesakan dengan kondisi kereta yang kumuh dan gangguan pedagang. Kini tidak lagi.  “Hanya saja kursi di dalam kereta harus ditambah  agar lebih banyak orang yang bisa duduk, terutama yang jauh seperti saya,” ungkapnya. 

Kereta Commuter  bertambah daya tariknya semenjak PT KAI Commuter JABODETABEK membenahi manajemen transportasi ini sejak beberapa tahun yang lalu. Buktinya pada awal tahun baru sejak tanggal 2 hingga 4 Januari 2017 antrian penumpang yang berekreasi ke Bogor masih terjadi. Kemungkinan karena anak sekolah masih libur, 
Lonjakan penumpang ini sudah diantisipasi. Menurut Manager Corporate Communication PT KCJ, Adli sejak Oktober lalu pihaknya sudah menyiapkan Hall Vending Machine,  alat top up Kartu Multi Trip. Tujuannya supaya tidak ada penumpukan penumpang di loket yang saat ini ada, Sebelumnya loket untuk refund dan pembelian di satu tempat, Hal ini menyebabkan penumpang di loket menumpuk. “Loket yang lama khusus buat refund uang jaminan, ” katanya.

Vnding machine.

Saat ini pihak KCJ mengoperasikan   4 (empat) unit perangkat Loket Sementara di stasiun Bogor dan stasiun-stasiun besar lainnya seperti Jakarta Kota,  Tebet, Juanda dan Bekasi.  Strategi ini dilakukan karena pada titik-titik itu menjadi destinasi liburan paling Kota Tua,  dan Bogor, jadi kami taruh disana fokusnya karena gak mungkin wisatawan turun di Cikini,  atau Gondangdia,  karena itu daerah perkantoran,” terang Adli.

Ketika ditanya menyoal menambah jumlah pemberangkatan KRL di masa liburan,  Adli menerangkan bahwa PT. KCJ tidak mungkin menambah jumlah pemberangkatan KRL,  Sebab penambahan keberangakan bisa menyebabkan kepadatan jalur. Sewaktu malam tahun baru pihaknya memang menambah delapan pemberangkatan Pulang-Pergi Bogor-Jakarta/Kampung Bandan.
“Kalau dilakukan pada hari biasa. Antriannya bisa bertambah parah.  Saat ini, ada 881 rangkaian KRL yang beroperasi di jabodetabek dan akan terus bertambah untuk mencapai 1.2 juta pengguna jasa angkutan di tahun 2019,” pungkas Adli. 
Jurnalis: Yohannes Krishna Fajar Nugroho/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Yohannes Krishna Fajar Nugroho
Lihat juga...