MINGGU, 29 JANUARI 2017
BANJARMASIN — Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Kantor Imigrasi Banjarmasin, Mulyadi mengatakan, polisi dan petugas imigrasi mengamankan sepuluh warga negara Cina pada Sabtu siang, 28 Januari. Mereka tinggal sementara di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, tapi bekerja di proyek PLTU Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.
![]() |
| Para WNA Cina yang diamankan di rumah detensi kantor Imigrasi Banjarmasin |
“Mereka kerja di PLTU Pulang Pisau, ada sebagai boiler, engineer, dan penerjemah bahasa. Ada yang pegang laptop berarti kan orang modern, mereka bukan tenaga kasar,” kata Mulyadi di Banjarmasin, Minggu (29/1/2017).
Disebutkan, dari keterangan sepuluh orang Cina yang diamankan, mereka mengaku semua dokumen keimigrasian masih diproses untuk perpanjangan izin kerja di Jakarta.
Itu sebabnya, Mulyadi belum berani memastikan apakah melanggar keimigrasian atau tidak. Pihaknya masih mendetensikan 10 WNA di kantor imigrasi Banjarmasin di Banjarbaru.
“Kejadian di sini yang mereka tidak bisa menunjukkan dokumen, karena ada perpanjangan di Jakarta,” kata Mulyadi.
Menurut Mulyadi, mereka tinggal di Banjarbaru karena sedang menunggu proses penerbitan izin baru. Pihaknya masih menunggu kebenaran dokumen yang dimaksud itu. Dari pemeriksaan awal, sepuluh WNA Cina ini tiba di Pulang Pisau dalam waktu berbeda.
Sepuluh WNA ini diamankan petugas saat tinggal di sebuah rumah di Jalan Purnawirawan, RT 06 Kelurahan Palam Tanggul, kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru pada Sabtu (28/1/2017) pukul 13.00 Wita. Mereka terdiri dari sembilan pria dan satu wanita.
Petugas imigrasi Banjarmasin dan kepolisian mengamankan 10 WNA Cina setelah menerima laporan dari masyarakat yang mencurigai ada gerak-gerik mencurigakan. Kesepuluh WNA tersebut yakni Zhao Huimei (wanita), Song Liujie, Feng Bobo, Zhang Wei, Zhang Zhihui, Zhao Hongying, Liu Min, Min Yihong, Hu Juntang, dan Ma Yingying (pria).
“Mereka tidak bisa berbahasa Indonesia, sementara diduga melanggar Undang-Undang Keimigrasian karena tidak bisa menunjukkan dokumen resmi,” ucap Mulyadi sambari menambahkan saat ini petugas masih memeriksa intensif keberadaan 10 WNA Cina di Kota Banjarbaru.
Jurnalis : Diananta P Sumedi / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Istimewa