Dua Minggu Tak Ada KBM, Siswa SMK di Sikka Demo

KAMIS, 19 JANUARI 2017

MAUMERE — Akibat pihak sekolah tidak melaksanakan Kegiatan Belajar-Mengajar (KBM) selama 2 minggu terakhir sejak Rabu (4/1/2017), ratusan siswa SMK Keperawatan Santa Elisabeth Lela di Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, Kamis (19/1/2017) melakukan demo.

Kepala Sekolah SMK Sta. Elisabeth Lela, Drs. Servatius Yasintus.

Beberapa siswi SMK Lela yang tidak mau menyebutkan namanya saat ditemui Cendana News di lokasi sekolah, Kamis (19/1/2017) siang usai demo menjelaskan, meski setiap hari usai libur sekolah para siswa datang ke sekolah namun tidak ada aktivitas belajar-mengajar.

Para siswa mengakui, saat ditanyai, pihak sekolah tidak memberitahukan alasan kenapa KBM tidak juga terlaksana. Usai ada aksi demo, pihak sekolah berjanji aktivitas KBM akan mulai dilaksanakan kembali seperti biasa pada hari Senin (23/1/2017).

Kepala Sekolah SMK Sta. Elisabeth Lela, Drs. Servatius Yasintus saat ditemui Cendana News di ruangannya, Kamis (19/1/2017) siang usai rapat, membantah pernyataan para siswa dan mengatakan aktivitas belajar-mengajar hanya tidak terlaksana selama 4 hari sejak Senin (16/1/2017).

Dikatakan Servatius, sekolah tetap melaksanakan KBM. Bukan tidak ada aktivitas KBM dan bisa disaksikan sendiri para guru juga ada di sekolah. Hanya ada 10 orang guru yang sudah 3 hari tidak datang ke sekolah.

“Tadi kami sudah rapat dengan pihak yayasan dan sudah keluarkan surat panggilan agar besok mereka bisa bertemu dengan pihak yayasan sehingga diharapkan besok aktivitas belajar-mengajar sudah berjalan normal,” ujarnya.

Dikatakan Servatius, tadi pagi para siswa menyampaikan aspirasi mereka dan itu hak mereka. Sebelumnya juga pernah sampaikan kepadanya untuk bertemu pihak yayasan namun disampaikan tidak usah bertemu dengan pihak yayasan.

Para siswa menuntut agar proses belajar-mengajar tetap berjalan dan keputusan rapat tadi pagi akan dikeluarkan surat panggilan dan menelpon 10 guru tersebut agar besok mulai mengajar seperti biasa.

“Mereka tidak mengajar karena honornya belum dibayar, padahal mereka juga dibayar sampai bulan Desember 2016. Tapi, dicicil dan ada yang dicicil sampai satu juta rupiah,” terangnya.

Servatius menjamin besok Jumat (20/1/2017) aktivitas belajar-mengajar sudah bisa terlaksana sebab gaji para guru tersebut pun sudah ditransfer pihak yayasan Kamis (19/1/2017) sore ke rekening bank masing-masing guru.

 Sekolah SMK Sta. Elisabeth Lela yang didemo siswa akibat tidak adanya kegiatan belajar-mengajar.

Data yang didapat Cendana News dari sekolah menyebutkan, SMK Sta. Elisabeth Lela memiliki 176 siswa yang terdiri dari dua jurusan, yakni jurusan keperawatan dan farmasi. Sekolah yang didirikan sejak tahun 1958 ini memiliki 9 ruang kelas. Kelas I terdiri atas 3 ruang kelas, kelas II ada 4 ruang kelas, sementara kelas 3 mempunyai 2 ruang kelas. Kelas I terdiri atas 54 siswa dimana terdapat satu kelas jurusan farmasi yang baru dibuka di tahun ajaran 2016/2017, sedangkan kelas II ditempati 73 siswa serta kelas III memiliki 43 siswa.

Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary

Lihat juga...