MALANG — Dilandasi permasalahan semakin terbatasnya ketersedian DOD (Day Old Duck) yang disebabkan daya tetas telur yang rendah terutama pada telur itik, mampu mengilhami empat orang mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (UB) menghasilkan produk untuk meningkatkan daya tetas telur itik: Bioctery. Empat orang mahasiswa tersebut yaitu; Fatikhatul Huda Alkhakim, Galuh Dianita Fitri, M.Ngalaul Huda dan Dewi Ambarwati.
![]() |
| Fatikhatul Huda Alkhakim bersama tim. |
Ketua tim, Fatikhatul Huda Alkhakim menjelaskan, fungsi Bioctery sendiri adalah untuk menurunkan mortalitas dari telur sehingga dapat meningkatkan daya tetas telur itik. Bahan Bioctery terbuat dari ekstrak daun kersen (muntingia calbura) yang kemudian diberi perlakuan sebanyak lima perlakuan sebagai pembanding.
“Dari penelitian tersebut didapat hasil terbaik pada perlakuan P2, yaitu 20 ml ekstrak daun kersen ditambah 80 ml aquadest mampu menghasilkan daya tetas telur 87,74% lebih baik daripada penggunaan anti bakteri kimia dan pengguna air pada pembersihan telur itik,” jelasnya kepada Cendana News di acara Expo Pendidikan dan Teknologi UB, Kamis (19/1/2017). Fungsi dari daun kersen sendiri adalah sebagai anti bakteri.
Lebih lanjut Huda mengatakan, tujuan dari dibuatnya Bioctery adalah untuk membantu para peternak lokal dalam meningkatkan penghasilanya. Produk ini sebagai anti bakteri herbal yang berfungsi untuk menghilangkan berbagai jenis bakteri seperti bakteri salmonella sp yang biasanya banyak terdapat pada cangkang telur. Bakteri-bakteri inilah yang nantinya dapat mengganggu pertumbuhan embrio bahkan dapat menyebabkan telur tidak dapat menetas.
Menurut Huda, sebenarnya sudah ada usaha dari peternak untuk menghilangkan bakteri-bakteri tersebut, tapi yang mereka gunakan hanya air hangat dan formalin. Seperti diketahui formalin merupakan bahan yang berbahaya dan sifatnya beracun sehingga ketika masuk ke pori-pori telur terlalu banyak, maka akan menyebabkan cacat pada telur bahkan mati atau mortalitas.
Namun begitu, Huda mengaku, produknya tersebut belum beredar di pasaran, karena masih perlu beberapa pengujian lagi di antaranya uji daya hambat, uji kelayakan bahkan untuk perhitungan ekonominya. Jika telah layak untuk dipasarkan, produk Bioctery nantinya akan dijual di bawah harga anti bakteri kimia yang sekarang harganya mencapai Rp 35 ribu per liter.
![]() |
| Temuan Bioctery. |
“Jadi kami nanti akan jual di kisaran harga Rp 15-20 ribu per liter,” pungkasnya.
Jurnalis: Agus Nurchaliq / Editor: Satmoko / Foto: Agus Nurchaliq
