Disbud DIY Menargetkan 30 Ribu Pelajar Berkunjung ke Musuem Lewat WKM

RABU 4 JANUARI 2017
YOGYAKARTA—Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menggulirkan program kegiatan Wajib Kunjung Moseum (WKM) bagi pelajar mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA dan SMK pada tahun 2017 ini. Disbud DIY tahun ini bahkan menyiapkan dana anggaran mencapai Rp2,8 milyar untuk memfasilitasi kegiatan tersebut. Alokasi anggaran ini meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai sekitar Rp1,5 milyar.
Kepala Seksi Fasilitas dan Pengembangan, Bidang Moseum, Dinas Kebudayaan DIY, Marsudi.
“Program kegiatan ini sebenarnya sudah berjalan rutin sejak beberapa tahun terakhir. Dari evaluasi, setiap tahun animo siswa mengikuti kegiatan ini memang terus meningkat. Antrian untuk bisa mengikuti program ini bahkan mencapai 200 peserta. Sehingga untuk tahun ini kita tingkatkan. Tahun ini kita menargetkan ada sekitar 30 ribu siswa atau pelajar di DIY yang mengikuti program kegiatan ini, ” ujar Kepala Seksi Fasilitas dan Pengembangan, Bidang Museum, Dinas Kebudayaan DIY, Marsudi, kepada Cendana News, Rabu (04/01/2017).
Dijelaskan dana sebanyak itu nantinya digunakan untuk membiayai kebutuhan kegiatan wajib kunjung moseum sepanjang tahun 2017. Mulai dari fasilitas transportasi antar-jemput gratis, fasilitas tiket masuk moseum gratis hingga fasilitas konsumsi gratis. Sementara pelaksanaan kegiatan wajib kunjung moseum sendiri akan mulai dilakukan pada Februari mendatang dengan memanfaatkan sebanyak 4 bus. Pesertanya adalah semua siswa atau pelajar yang telah mendaftar dari lima kabupaten maupun kota di DIY.
“Tahun lalu kita mampu melayani sekitar 16ribu siswa. Yakni dengan memanfaatkan 3 bus dengan kapasitas angkut sebanyak 72 peserta setiap harinya. Jadi nanti siswa akan kita jemput untuk mengunjungin sebanyak tiga moseum berbeda setiap harinya. Pulangnya juga kita antar. Siswa yang berasal dari kabupaten Bantul akan kita ajak mengunjungi moseum di luar Bantul. Begitu juga dengan siswa dari kabupaten Kulonprogo, Sleman, Gunungkidul dan Yogyakarta,” imbuhnya.
Menurut Marsudi, program kegiatan wajib kunjung moseum ini lebih kepada upaya stimulan agar siswa atau pelajar di DIY tertarik mengunjungi moseum. Di harapkan ke depan semakin banyak pelajar memiliki kesadaran untuk mengunjungi moseum, dengan segala sumber sejarah maupun ilmu pengetahuan yang terdapat di dalamnya. Terlebih DIY memiliki begitu banyak museum dibanding daerah lainnya.
“Tahun ini pendaftaran kegiatan wajib kunjung moseum sudah bisa dilakukan secara online. Sehingga siswa yang ada di daerah, seperti Gunungkidul atau Kulonprogo tidak perlu jauh-jauh datang ke Dinas untuk mendaftar secara manual,” jelasnya.
Selain berupaya meningkatkan kesadaran siswa melalui kegiatan wajib kunjung moseum, Dinas Kebudayaan DIY pada  2017 ini juga menggelar kegiatan pelatihan bagi guru-guru mata pelajaran tertentu. Pelatihan ini lebih kepada upaya mentransfer ilmu tentang ke-moseum-an pada guru, agar nantinya ilmu itu dapat diajarkan pada siswa masing-masing dalam proses pembelajaran sehari-hari.
“Untuk program ini kita akan bekerjasama dengan MGMP. Nantinya ada tiga guru matapelajaran yang akan kita ikutsertakan. Yakni guru mata plajaran sejarah, geografi dan biologi. Untuk guru sejarah memang tahun sebelumnya sudah dilakukan, sementara guru biologi dan geografi baru mulai tahun ini. Total ada 90 guru dari DIY yang akan kita latih dalam satu angkatan, ” katanya.
Dipilihnya tiga mata-pelajaran tersebut dijelaskan lebih karena ketiganya berkaitan erat dengan keberadaan museum. Selain dapat menunjang proses pembelajaran sehari-hari, kegiatan pelatihan ini juga pada akhirnya diharapkan dapat mendorong minat dan kesadaran siswa termasuk para guru sendiri untuk mengunjungi museum.
Jurnalis: Jatmika H Kusmargana/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Jatmika H Kusmargana
Lihat juga...