Cegah Aksi Genk Klitih, Polisi Razia Siswa di SMKN 1 Sedayu Bantul

RABU 18 JANUARI 2017
YOGYAKARTA—Jajaran Kepolisian Sektor Sedayu bersama Muspika setempat, menggelar razia senjata tajam, narkoba dan benda-benda lain yang tak semestinya dibawa oleh para pelajar di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Sedayu, Bantul, Rabu (18/1/2017). Razia digelar sebagai antsipasi kejahatan jalanan yang akhir-akhir ini seringkali melibatkan pelajar.
Kapolsek Sedayu, Komisaris Polisi (Kompol) Moch Nawawi.
Beberapa bulan terakhir, di wilayah hukum Kepolisian Daerah DI Yogyakarta beberapa kali terjadi aksi kekerasan melibatkan pelajar SMA, baik sebagai korban maupun pelaku. Aksi kejahatan jalanan melibatkan pelajar, yang populer disebut Genk Klitih ini dirasa sangat meresahkan dan mengkhawatirkan masyarakat, karena tak jarang menimbulkan korban meninggal dunia.
Guna mencegah terus berkembangnya aksi kekerasan tersebut, Jajaran Polsek Sedayu dan Muspika bekerjasama dengan pihak sekolah, menggelar razia sekaligus pembinaan bagi para siswa di SMKN 1 Sedayu. Satu persatu, sejumlah tas milik siswa digeledah. Tidak kecuali tas milik siswa putri.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Sedayu, Komisaris Polisi (Kompol) Moch Nawawi, mengatakan, razia dilakukan untuk memastikan para siswa tidak membawa benda-benda lain sebagaimana yang diperlukan oleh seorang pelajar. Senjata tajam dan narkoba menjadi incaran utama dalam razia tersebut.
“Razia ini dilakukan untuk mencegah dan memastikan, tidak ada siswa di lingkungan sekolah yang membawa benda-benda yang menjurus pada pelanggaran tindak pidana seperti kejahatan jalanan,” jelas Nawawi.
Lebih jauh, Nawawi menjelaskan, razia di sekolah-sekolah akan digelar rutin di 6 sekolah tingkat menengah yang ada di wiliayah hukum Polsek Sedayu. Razia digelar mendadak, tanpa sepengetahuan siswa, namun sebelumnya telah dikoordinasikan kepada Kepala Sekolah masing-masing.
“Sasaran kami yang utama adalah senjata tajam dan narkoba, apalagi saat ini mulai ada jenis narkoba baru yang sulit dideteksi, yaitu tembakau gorila. Meski saat razia digelar kami belum menemukan, namun razia akan terus dilakukan rutin sebagai upaya pencegahan,” katanya.
Selain itu, lanjut Nawawi, pihaknya secara rutin juga melakukan pembinaan setiap minggu sekali, misalnya melalui upacara bendera di sekolah-sekolah dengan menghadirkan petugas sebagai pembina upacara. Dalam upacara itu, petugas kemudian menyampaikan pembinaan dan imbauan melalui amanatnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMKN 1 Sedayu, Ansi Primeri Ananta, mengaku menyambut baik langkah kepolisian menggelar razia dan pembinaan di sekolahnya. Menurutnya, aksi kekerasan melibatkan pelajar yang kini dikenal dengan sebutan Genk Klitih, memang sangat mengkhawatirkan dan meresahkan para guru dan orangtua.
Meski sejauh ini belum ada siswanya yang terlibat dalam aksi kejahatan jalanan itu, namun Ansi mengakui berbagai kemungkinan bisa saja terjadi. Karena itu, upaya pencegahan sangat perlu dilakukan.
“Kami sendiri berupaya menjaga anak-anak didik kami dari kemungkinan tindak kekerasan. Misalnya, dengan membuat satu pintu masuk dan mempersilahkan para pedagang keliling masuk ke halaman sekolah. Ini untuk mencegah para siswa keluar dari halaman sekolah pada jam istirahat,” pungkasnya.
Suasana SMKN 1 Sedayu. 
Jurnalis : Jatmika H Kusmargana/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Jatmika H Kusmargana 
Lihat juga...