![]() |
| Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) Jawa Barat, Mahfudi |
Tren
- Oposisi, Frustrasi, dan Demokrasi
- Enam Bulan BoP Gaza
- Tiga Setengah Abad atau Kurang, Kenapa Jadi Polemik?
- Dominasi Pengelola SPPG vs Keadilan Sosial
- KDMP: Pangan, Transmigrasi dan Daerah 3T
- MBG Watch: Platform Pengawasan Digital
- KDMP: Offtaker dan Penggilingan Padi
- MBS Yogyakarta Gelar Ta’aruf Akbar, Perkenalkan Potensi Pesantren dan Santri dari Seluruh Indonesia
- Kasus Jaksa Febri: Cukup Dua Alat Bukti atau Wajib Diperiksa?
- KDMP & Centralized Financial Reporting System
RABU 11 JANUARI 2017
BANDUNG—-Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) Jawa Barat, Mahfudi menilai tantangan organisasinya saat ini adalah meningkatkan perhatian masyarakat terhadap buku. Karena itu, pihaknya harus mencari cara jitu guna meningkatkan minat baca masyarakat.
Dia menilai budaya literasi memang belum ditinggalkan oleh publik. Hanya saja, dewasa ini masyarakat cenderung lebih asyik membaca media sosial disandingkan buku.
“Kalau literasi orang-orang masih suka, tapi bacanya sekarang itu dari whatsapp, facebook kalau buku belum tentu. Jadi tantangannya bagimana budaya atau habit membaca buku terus dikemukakan,” ujar Mahfudi, Rabu (11/1/2017).
Karena itu organisasinya merasa perlu menggagas sebuah gerakan untuk mendorong minat baca masyarakat. Salah satu programnya, Ikapi Jabar menggandeng forum-forum yang bergerak di bidang taman bacaan.
“Di Jawa Barat ada 1000 (forum taman bacaan) merekea kita fasilitasi agar lebih aktif membawa buku kepada masyarakat,” katanya.
Sejak 11 tahun lalu Ikapi Jabar sudah menggagas gerakan B4 alias, Berbagi Buku Berbagi Baca. Mahfudi sampaikan kegiatan B4 itu masih akan menjadi ‘kojo’ Ikapi Jabar dalam masa baktinya sebagai ketua periode 2016-2021.
“Kemarin kita kumpulkan buku, alhamdulillah sudah dapat sekitar 70 ribu kita bagikan ke taman-taman bacaan,” kata Mahfudi.
Ke depan, ada rencana Ikapi Jabar bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk membuat agenda yang lingkupnya internasional.
“Kita sudah mengajukan membuat pameran buku Asia-Afrika. Nantinya yang ikut penerbit dari Negara di Asia Afrika,” paparnya.
Selain itu, Ikapi Jabar juga sedang melobi pemeritah untuk menyediakan akses baca di ruang publik. Karena hal tersebut adalah salah satu cara untuk meningkatkan minat baca masyarakat.
“Makanya kami sedang meyakini pemerintah agar di setiap mall atau hotel ada fasilitas baca publik,” tuturnya.
Jurnalis: Rianto Nudiansyah/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Rianto Nudiansyah
Lihat juga...