Cara Inspiratif Damandiri Menghadapi Oknum Bank Keliling Palsu

RABU 25 JANUARI 2017
JAKARTA—Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri—Pada HUT Yayasan Damandiri ke-21 (16/01/2017), Ketua Yayasan Damandiri, Subiakto Tjakrawerdaja menyebutkan bahwa Program kewirausahaan Tabungan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja) banyak menyelamatkan masyarakat dari rentenir. Pernyataan tersebut memang nyata terjadi di beberapa Posdaya binaan Damandiri, salah satunya Posdaya Melati 1, RW011 Bukit Duri Jakarta Selatan.
Yuliani, salah satu dari sekian banyak yang selamat dari  rengkuhan rentenir atau oknum bank keliling palsu.
Ulah para rentenir memang sudah banyak meresahkan warga sehingga di beberapa kantor RW maupun Pos Kamling dipasang spanduk peringatan bagi warga untuk mewaspadai para rentenir yang menyamar sebagai Bank Keliling. Mereka memanfaatkan keadaan warga Bukit Duri yang jatuh bangun akibat musibah banjir. Mereka terkesan menolong dengan pinjaman dana, namun saat warga meleset dari cicilan walau sehari, bunga akan berlipat ganda berujung penyitaan harta benda.
“Banyak saudara maupun rekan saya dari punya usaha warung sampai kehilangan segalanya karena termakan rayuan manis rentenir. Mereka berani tawarkan pinjaman berapapun, semakin besar  semakin disetujui peminjaman tersebut. Tapi akibatnya sangat tidak adil, dan warga menjadi tambah miskin. Saya kerap didatangi, tapi menolak secara halus dengan alasan sudah ada modal sendiri,” tutur Yuliani, seorang pedagang warung sembako anggota Tabur Puja Yayasan Damandiri.
Bahkan saat Tabur Puja masih dalam proses persiapan masuk ke Bukit Duri, Ketua Posdaya Melati 1, Trisno Budiarti sudah melihat gelagat kurang baik dengan semakin banyak petugas bank keliling palsu yang keliling kampung menawarkan uang pinjaman. 
“ Berapapun disetujui menurutnya, lalu saya hubungi Pak Heri dari Tabur Puja, saya katakan cepat dijalankan sosialisasi dan peminjamannya. Takut warga ada yang terjebak lagi, kasihan mereka,” kenang Trisno Budiarti.
Di ujung Jalan Kampung Melayu Kecil Dalam III, sekitar dua blok dari wilayah kerja Posdaya Melati 1 Bukit Duri, seorang warga asli Betawi bernama Ahmed juga memberi penjelasan sekaligus memiliki pandangan negatif terhadap praktek rentenir. Bahkan mereka memiliki cara cukup
ekstrim dalam menangkal para oknum bank keliling liar atau rentenir tersebut. 
“Pernah tertangkap tangan, mengaku dari Bank pemerintah,  Tidak tahunya dia rentenir. Kita peringatkan agar tidka muncul lagi. Saya bilang saya tidak takut bekingan dia. Akhrinya dia tidak muncul  Soalnya dia memanfaatkan kesusahan warga,” kata Ahmed. 
Menangkal ulah oknum-oknum seperti rentenir yang menyamar sebagai bank keliling palsu memang harus dilakukan secara sinergi. Bank bersangkutan yang punya program Bank Keliling juga harus tahu fenomena ini, sehingga mereka akan berhati-hati atau melakukan pendampingan kepada setiap petugas keliling yang masuk keluar perkampungan penduduk. Kegiatan mulia mereka sudah disusupi oknum tak bertanggung jawab. Namun hingga sekarang belum juga ada tindakan menangkal para
oknum tersebut.
Yayasan Damandiri tidak ingin terlibat terlalu jauh dengan kerumitan tersebut, Damandiri mengambil inisiatif menjadi penolong dengan melakukan operasi senyap melalui Tabur Puja. Perlahan tapi pasti
akhirnya warga banyak teredukasi, dan warga anggota Tabur Puja diedukasi oleh pengurus Posdaya agar tidak melakukan kegiatan melawan hukum dalam menangani para rentenir, melainkan menolak dengan halus saja. Sisanya percayakan saja kepada Damandiri dengan Tabur Puja yang selalu siap membantu warga yang kesusahan.
Membelah kayu tidak harus menggunakan gergaji mesin, kapak tradisional bisa melakukannya, asalkan kapak tersebut memang sudah terasah tajam.  Cara itulah yang dilakukan Damandiri di Bukit Duri dan beberapa Posdaya binaannya di tempat lain. Satu dari sekian banyak kisah inspiratif Damandiri dalam melindungi warga dari ancaman rentenir atau petugas bank keliling palsu.
Kawasan Bukit Duri.
Jurnalis: Miechell Koagouw/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Miechell Koagouw
Lihat juga...