MATARAM — Keberadaan Bintara Pembinaan dan Keamanan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas) dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) di tengah masyarakat dinilai mampu menekan aksi tindak kejahatan di tengah masyarakat.
![]() |
| Kapolda NTB, Umar Septono, mengharapkan Babinkamtibmas dan Babinsa lebih humanis ketika terjun di tengah masyarakat. |
“Karena itulah keberadaan Babinkamtibmas dan Babinsa harus terus diperkuat dan dimaksimalkan sebagai ujung tombak dalam upaya menciptakan keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat,” kata Kapolda NTB, Umar Septono di Mataram, Rabu (4/1/2017).
Penguatan dilakukan dengan melatih dan memberikan pemahaman kepada setiap Babinkamtibmas dan Babinsa, bagaimana melakukan pendekatan kepada masyarakat, melalu pendekatan persuasif. Termasuk dengan mempelajari kebiasaan, karakter, adat istiadat serta tradisi yang berlaku di tengah masyarakat, mengingat karakter, tradisi budaya dan adat istiadat setiap masyarakat satu dengan masyarakat lain tidak sama dan sangat beragam.
“Melalu pendekatan persuasif dan pengetahuan tentang kebiasaan dan adat istiadat yang berlangsung di tengah masyarakat, maka setiap gejala atau potensi kejahatan dan konfliks akan bisa dideteksi sejak dini,” ujar Umar.
Lebih lanjut Umar mengatakan, sebagai ujung tombak aparat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat, dirinya juga meminta kepada setiap personil Babinkamtibmas dan Babinsa yang ditugaskan di setiap desa dan kelurahan supaya lebih humanis ketika berada di tengah masyarakat sehingga lebih mudah berbaur.
Jurnalis: Turmuzi / Editor: Satmoko / Foto: Turmuzi