Warga di Sumenep Manfaatkan Bambu Jadi Miniatur Perahu Bernilai Ekonomis

SABTU, 10 DESEMBER 2016

SUMENEP — Di tangan kreatif Marhawi (51), warga asal Desa Beluk Ares, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, tanaman bambu dimanfaatkan menjadi bahan pembuatan miniatur perahu yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi.
Miniatur perahu hasil karya warga yang berbahan dasar bambu
Inisiatifnya berawal ketika pohon bambu yang ada di sekeliling rumahnya begitu banyak dan hanya dimanfaatkan untuk bangunan dan dihargai dengan murah. Dengan keahlian seni yang dimiliki, iapun mencoba membuat sebuah miniatur perahu. Alhasil, dari ketelatenan dan keterampilan yang ada membuahkan hasil yang cukup menarik.
“Awalnya kami mencoba untuk memanfaatkan bambu yang di sekitar rumah, karena bambu itu ketika dijual perbatang harganya sangat murah. Makanya daripada dijual bambunya saja, mending dibuat sesuatu yang memiliki nilai jual lebih tinggi,” kata Mahrawi (51) kepada Cendana News yang berkunjung ke rumahnya, Sabtu (10/12/2016).
Dijelaskan, bambu sangat bagus sebagai bahan miniatur perahu, dengan serat putih dapat memperindah miniatur yang dihasilkan, dan menampilkan corak khas alami. Miniatur yang dibuatnya secara keseluruhan menggunakan bahan baku bambu, supaya miniatur perahu tradisional itu tetap memiliki kandungan seni cukup tinggi hingga menarik dilihatnya.
“Kalau miniatur yang kami buat ini semuanya berbahan bambu, karena kalau dicampur bahan lain, kandungan seninya akan berkurang. Jadi sesuatu barang bisa berharga apabila memiliki seni cukup tinggi,” jelasnya.
Marhawi sedang menyusun tiang dan layar perahu berbahan dasar bambu
Disebutkan, saat ini pembuatan miniatur perahu berbahan bambu itu hanya sebatas menunggu pesanan pembeli, sebab membuat miniatur itu baru berjalan sekitar dua bulan, sehingga belum mampu menembus pasar secara luas. Untuk mendapatkan satu buah minatur tidak harus mengeluarkan uang banyak, hanya saja menyesuaikan keinginan pemesan, karena harga yang dipatok sesuai dengan ukuran yang diinginkan.
“Kalau harganya bervariasi yaitu, berkisar dari Rp.250.000 – Rp.1.000.000. Karena jika semakin besar, harganya akan lebih tinggi, pengerjaannya kan membutuhkan waktu lebih lama dari miniatur yang kecil. Sebab ukuran kecil saja membutuhkan waktu sekitar tiga hari untuk bisa menyelesaikan satu miniatur,” terangnya.

Jurnalis : M. Fahrul / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : M.Fahrul

Lihat juga...