SENIN, 19 DESEMBER 2016
SURABAYA — Melihat sejarah keroncong muda Surabaya, banyak lahir dari Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya (FBS Unesa). Seperti lahirnya Keroncong Liwet dan Keroncong Kurmunadi yang berasal dari Jurusan Seni Drama Tari Musik (Sendratasik) menjadi bukti bahwa keroncong muda banyak dilahirkan dari FBS Surabaya. Grup keroncong muda itu terbentuk dari inisiatif pribadi para mahasiswa FBS Surabaya. Sangat disayangkan masih belum ada Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang menampung mahasiswa yang ingin menekuni musik keroncong di Unesa saat Keroncong Liwet dan Kurmunadi terbentuk. Tetapi kini, mulai akhir November, lalu UKM Keroncong Unesa resmi didirikan. Menurut dosen pembimbing UKM Keroncong Unesa, Senyum Sadana, mengatakan, terbentuknya UKM ini salah satu pendorongnya para alumni FBS, khususnya para personil Kurmunadi.
![]() |
| Senyum Sadana saat ditemui di kediamannya. |
“Saya ingin, para mahasiswa FBS jurusan Sendratasik bisa meniru jejak kakak tingkatnya yang telah berhasil membentuk grup orkes keroncong seperti Keroncong Liwet dan Keroncong Kurmunadi,” ujar dosen yang mengampu mata kuliah teori musik ini. Lelaki yang akrab disapa Senyum ini melanjutkan, UKM Keroncong ini dibentuk tujuannya untuk mewadahi para mahasiswa yang ingin mengembangkan dan belajar lebih mendalam terkait musik keroncong. Senyum mengakui, UKM Keroncong di Unesa baru bisa dibentuk akhir November lalu karena melihat animo mahasiswa yang tinggi untuk lebih mendalami keroncong.
“Ada sekitar 60 mahasiswa yang gabung dalam UKM ini. Padahal ini UKM baru, dengan jumlah sekian sudah termasuk banyak. Hal ini tidak lepas dari adanya figur contoh dari kakak angkatannya yaitu para personil grup Keroncong Kurmunadi,” terang Senyum. Dengan munculnya grup Keroncong Kurmunadi itu, sambung Senyum, merubah stigma bahwa keroncong selalu identik dengan orang tua. Kurmunadi cukup berhasil merubah image keroncong yang awalnya hanya bisa dimainkan dan dinikmati para orang tua menjadi musik yang khas yang juga bisa dinikmati semua kalangan terutama anak muda.
![]() |
| Para mahasiswa yang berminat tinggi terhadap keroncong. |
“Pola-pola ritme musik keroncong yang dibawakan Kurmunadi memang sudah dicampur dengan gaya-gaya musik modern, tapi tetap tidak meninggalkan ruh musik keroncongnya. Lagu-lagu yang dibawakan pun mengikuti selera kaum muda sekarang yang sudah di arrangement Kurmunadi. Itu yang menjadi kelebihannya,” tandasnya.
Harapannya, imbuh Senyum, yang pasti dengan adanya UKM Keroncong di Unesa ini, dapat menjadi jalan dalam upaya pelestarian musik keroncong khususnya di Jawa Timur.
![]() |
| Pementasan keroncong yang personilnya para mahasiswa. |
“Semoga bisa muncul grup Kurmunadi-kurmunadi yang baru. Kemudian musik keroncong tidak hilang dimakan zaman dan tetap bisa lestari,” tutupnya.
Jurnalis: Nanang WP / Editor: Satmoko / Foto: Nanang WP

