BALI — Keterbatasan kemampuan bukanlah penghalang bagi seseorang untuk berkreasi dan berpartisipasi dalam berbagai bidang kehidupan. Hal itulah yang disampaikan Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja IGA. Rai Anom Suradi saat mewakili Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra pada acara peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) dan Bulan Bhakti Kesejahteraan Sosial Tahun 2016 di Wantilan Pura Agung Lokanatha Lumintang, Sabtu 3 Desember 2016.
Ia menegaskan jika ?penyandang disabilitas merupakan sumber daya manusia yang diharapkan dapat berperan aktif dalam mengisi pembangunan di Kota Denpasar.
Anom Suradi mengatakan, Pemerintah Kota Denpasar maupun lembaga organisasi sosial sangat peduli atas keberadaan para penyandang disabilitas agar dapat memberikan peluang pengembangan diri untuk berkreativitas dan mengembangkan bakat serta turut berpartisipasi dalam kegiatan sosial, keluarga dan masyarakat.
Kegiatan itu sendiri mengambil tema “Kerja Nyata Menuju Indonesia Sejahtera” yang mengandung makna bersatunya seluruh elemen perjuangan dan masyarakat, bahu membahu dalam mengatasi masalah bersama, mencapai tujuan yang sama dan merasa sebagai bagian yang sama, menuju Indonesia Sejahtera.
“Dengan peringatan ini instansi terkait dan seluruh komponen masyarakat agar mengimplementasikan dan mendukung terwujudnya tema hari disabilitas serta memberikan prioritas untuk diwujudkan dalam bentuk program dan kegiatan yang langsung menyentuh keberadaan para penyandang disabilitas, sehingga masyarakat difabel memperoleh akses kebahagiaan dalam lingkungan masyarakatnya,” harap dia.
Menurutnya, meningkatnya kesadaran berbagai pihak terhadap problematik penyandang disabilitas dalam hal perlindungan dan pemenuhan hak-hak disabilitas secara global serta pembinaan secara aktif harus tetap dilakukan oleh semua pihak melalui koordinasi yang intensif, di mana pembinaan tersebut dapat berupa pemeriksaan kesehatan, melakukan observasi dengan alat bantu kecacatan, pemberian makanan tambahan yang bergizi dan melaksanakan keterampilan yang bermanfaat bagi para penyandang disabilitas.
Sedangkan Kabid Pembinaan Organisasi dan Bantuan Sosial Disosnaker Kota Denpasar Ni Luh Ridawati dalam laporannya mengatakan, Kegiatan ini bertujuan untuk menggugah kesadaran individu dan masyarakat untuk mengasah kepekaan sosial, yang selanjutnya kepekaan sosial menjadi modal untuk mendorong gerakan sosial.
Kegiatan ini dipicu melalui serangkaian aktivitas bersama seperti menangani lansia terlantar, pameran produk hasil karya disabilitas, safari kesehatan, donor darah, pemberian kacamata gratis, gerak jalan santai, konseling kepada anak, lomba-lomba untuk Karang Taruna, PSM, Daur ulang sampah, serta memberi bantuan seperti kursi roda, tongkat ketiak, bedah rumah dan hiburan dari anak-anak disabilitas.
Jurnalis : Bobby Andalan / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Bobby Andalan