Kujang Raksasa, Hasil Karya Perajin Keris di Sumenep

MINGGU, 04 DESEMBER 2016

SUMENEP — Mendengar kata kujang yang biasa dikenal dengan pusaka tempo dulu sepertinya tidak merasa penasaran, tetapi ketika melihat dengan ukuran raksasa karya Zainal (45), perajin keris asal Desa Aeng tong-tong, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, sungguh menakjubkan. Karena yang mereka buat memiliki ukuran cukup besar, sehingga pembuatannya membutuhkan banyak orang dan memakan waktu lama.
Proses pembuatan kujang raksasa
Membuat kujang raksasa bukanlah perkara mudah, namun butuh ketelatenan serta kesabaran agar pusaka dibuatnya bisa sempurna sesuai harapan. Meski sudah kurang lebih 30 tahun menjadi perajin keris, baru kali ini membuat pusaka kujang sepanjang 11 Meter dengan berat 1 ton. Pembuatan kujang raksasa tersebut juga memiliki kesan tersendiri yang tidak mudah dilupakan, sebab kujang dengan lebar 1 Meter dan tebal 5 sentimeter akan membuat penasaran banyak orang.
“Jadi untuk membuat kujang raksasa ini tidak mudah, karena membutuhkan banyak orang dalam proses pembuatannya, sebab kalau hanya satu atau dua orang saja akan kesulitan mengangkat pusaka sebesar kujang raksasa ini. Itupun juga perlu ketelatenan serta kesabaran agar hasil yang diperoleh bisa sempurna sesuai harapan,” kata Zainal (45), salah seorang perajin keris yang membuat kujang raksasa di Desa Aeng Tong-tong, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Minggu (4/12/2016).
Disebutkan, dalam proses pembuatan kujang raksasa dibutuhkan waktu kurang lebih enam bulan untuk menyelesaikan, bahkan setiap harinya terdiri dari enam orang yang bekerja dari proses tahap awal hingga proses akhir. Makanya dengan ukuran yang cukup besar memang cukup sulit untuk menyelesaikan setiap proses tahapan pembuatan kujang raksasa, terutama pada saat mencampur besi agar dapat mengeluarkan pamor sesuai keinginan.
“Pembuatan kujang raksasa sudah berjalan empat bulan, itupun hanya tinggal membersihkan guna mengeluarkan pamor yang ada di kujang tersebut. Sedangkan untuk kerangkanya kan tidak membutuhkan waktu lama, kemungkinan besar dua bulan lagi sudah selesai,” jelasnya.
Dirinya mengaku hanya berani membuat kujang dengan ukuran besar apabila ada pesanan,  jika membuat hanya untuk dipasarkan khawatir tidak laku. Sebab biaya yang dibutuhkan dalam membuat cukup besar, maka ketika tidak ada konsumen yang minat modal usahanya tidak akan jalan.
“Kami tidak berani membuat kujang seperti ini kalau tidak ada yang pesan. Sampai sekarang saja biaya yang dikeluarkan diperkirakan sudah mencapai Rp.30.000.000, itu masih belum selesai. Kalau sampai selesai nanti dibutuhkan biaya sekitar Rp.50.000.000, makanya kami nunggu pesanan saja,” pungkasnya. 

Jurnalis : M. Fahrul / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : M.Fahrul

Lihat juga...