KAMIS, 15 DESEMBER 2016
LAMPUNG — Seorang warga yang bekerja sebagai penambang pasir tradisional di Sungai Way Seputih, Dusun Dua Reksa Dimangun, tenggelam di Sungai Way Seputih, Dusun Dua Reksa Dimangun. Warga yang dinyatakan hilang sejak Selasa (13/12) sekitar pukul 16.00 WIB hingga Rabu (14/12) malam, belum ditemukan. Menurut Humas Search and Rescue (SAR) Lampung, Denny, peristiwa korban tenggelam tersebut bernama Sapuan (55). Hilangnya penambang pasir di Dusun Dua Reksa Dimangun tersebut, baru dilaporkan ke SAR Lampung pada (14/12) pukul 14.35 WIB. Mendapat laporan warga, anggota SAR Lampung langsung menuju ke lokasi, melakukan pencarian bersama masyarakat sekitar.
![]() |
| SAR Lampung dan sejumlah pihak semalam berkoordinasi untuk terus melakukan pencarian hingga hari ini. |
Denny mengungkapkan, berdasarkan keterangan Dilai selaku Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Tengah, korban dilaporkan tenggelam saat beraktivitas melakukan pencarian pasir. Warga telah berusaha melakukan pencarian meski belum membuahkan hasil sehingga pihak BPBD Lampung Tengah langsung berkoordinasi dengan SAR Lampung. Tim rescue Kantor SAR Lampung segera berangkat ke lokasi kemarin dan langsung melakukan proses koordinasi dengan masyarakat dan BPBD Lampung Tengah.
“Kita baru mendapat laporan kemarin siang dan terus melakukan koordinasi dengan BPBD Lampung Tengah. Selanjutnya, kita lakukan pencarian dibantu masyarakat hingga malam hari dan belum membuahkan hasil,” ungkap Denny, mendampingi Kepala Kantor SAR Lampung, Sumpeno Yuwono, dalam keterangan yang diterima Cendana News, Rabu malam (14/12/2016).
![]() |
| Pos jaga SAR Lampung bersama sejumlah pihak di Dusun Dua Reksa Dimangun. |
Selain berkoordinasi dengan aparat desa setempat, BPBD, anggota Kepolisian, tim rescue SAR Lampung juga membawa sebanyak 3 set peralatan selam maupun 1 perahu karet (rubber boat). Tim yang berkoordinasi dengan BPBD Lampung Tengah yang sudah berada di Posko Dusun Dua Reksa Dimangun bahkan langsung melakukan survei lokasi tenggelamnya korban untuk menyusun rencana kegiatan pencarian lanjutan yang telah dilakukan masyarakat selama berjam-jam tanpa membuahkan hasil.
Meski telah dilakukan pencarian hingga malam hari, Denny menerangkan, pencarian terpaksa dihentikan sementara. Proses pencarian selanjutnya dilaksanakan hari ini. Semalam SAR Lampung sudah berkoordinasi dengan masyarakat untuk skenario proses pencarian hari ini. Masyarakat pun berharap korban yang diduga tenggelam di Sungai Way Seputih bisa segera ditemukan.
Jurnalis: Henk Widi / Editor: Satmoko / Foto: SAR Lampung
