SENIN 26 DESEMBER 2016
BANTUL—Sejumlah pedagang pasar tradisional Ngipik, Banguntapan, Bantul, mulai menempati bangunan pasar baru yang dibangun tak jauh dari lokasi lama sejak Kamis kemarin. Sejumlah pedagang mengaku senang dengan kondisi pasar baru yang lebih luas, bersih, dan tertata rapi. Meski begitu mereka menilai masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki. Salah satunya adalah akses jalan masuk menuju pasar yang dinilai terlalu sempit dan banyak berlubang.
![]() |
| Bagian depan pasar. |
Salah seorang pedagang Pasar Ngipik, Nurwanti, warga Jambidan, Banguntapan, Bantul, mengaku bersukur dengan dipindahnya pasar Ngipik ke lokasi dan bangunan baru. Ia menilai kondisi pasar saat ini jauh lebih memadai dibanding sebelumnya. Baik itu secara fasilitas maupun animo pembeli.
“Bagus. Disini parkirnya luas, tidak ‘umpek-unpekan’ seperti dulu. Los-nya lebih rapi dan bersih. Fasilitas seperti kamar mandi dan mushola juga ada. Meski memang kondisi jalan masuk ke arah pasar agak sempit dan banyak lubang. Kalau bisa itu segera diperbaiki,” ujarnya saat ditemui Cendana News, Senin (26/12/2016).
Hal senada juga diungkapkan salah seorang pengunjung pasar, Ratna, warga, Baturetno, Banguntapan, Bantul. Ia mengaku merasa nyaman dan betah berbelanja di Pasar Ngipik saat ini. Meski lokasi pasar saat ini agak masuk dari jalan utama, namun ia menilai kondisinya tidak semrawut seperti sebelumnya.
“Kalau dulu mau parkir aja susah. Harus di pinggir jalan. Padahal kalau pagi itu jalan depan pasar ramai sekali. Sehingga harus ‘umpel-umpelan’. Tapi kalau di sini parkirnya luas sekali. Jalan sekitar pasar juga tidak terlalu ramai. Jadi lebih nyaman, ” tuturnya.
Petugas Pengelola Pasar Ngipik, Kelik Arif, menyebut sebanyak 102 pedagang telah direlokasi ke lokasi pasar baru sejak Kamis (22/12/2016) kemarin. Seluruh pedagang itu merupakan pedagang lama yang terdiri dari sebanyak 92 pedagang yang menempati los dan sebanyak 20 pedagang yang menempati kios.
“Luas keseluruhan areal pasar yang baru ini hampir 3 kali lipat dari luas pasar sebelumnya. Sehingga semua pedagang dapat tertampung. Bahkan masih ada sisa kuota sebanyak 20 kios yang belum ditempati,” ujarnya.
Menurut Kelik, sisa kuota sebanyak 20 kios itu rencananya akan diperuntukkan bagi pedagang baru. Sampai saat ini sendiri telah ada sekitar 471 warga yang mendaftarkan diri untuk menempati sisa kios Pasar Ngipik tersebut.
“Kita harapkan sisa 20 kios ini bisa ditempati pedagang yang menjual barang-barang unik yang tidak dijual sebelumnya. Sehingga produk yang dijual di Pasar Ngipik ini lebih bervariasi. Melihat animo yang sangat tinggi, rencananya akan kita bagi, sebagian untuk warga sekitar sini, sementara sebagian lainnya untuk warga luar, ” jelasnya.
Terkait akses jalan masuk menuju pasar yang dinilai terlalu sempit dan banyak berlubang, Kelik mengaku akan segera mengusulkan hal itu untuk diperbaiki. Diharapkan dengan bangunan pasar yang baru serta akses jalan masuk yang lebih baik, pengunjung maupun para pedagang dapat lebih nyaman berjualan maupun berbelanja di Pasar Ngipik.
“Memang masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, selain terkait akses jalan masuk, beberapa talang juga diketahui ada yang masih bocor. Termasuk suara bunyi atap galvalum yang terlalu keras saat terjadi hujan. Itu semua sudah kita sampaikan ke pihak terkait dan akan segera ditindaklanjuti,” katanya.
![]() |
| Suasana dalam pasar. |
Jurnalis : Jatmika H Kusmargana/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Jatmika H. Kusmanagara
