MINGGU, 25 DESEMBER 2016
SURABAYA — Mendengar namanya, mungkin untuk sebagian orang akan bertanya alasan dinamakan dengan Kampung Ilmu. Pasalnya, yang umum di telinga masyarakat yakni nama Kampung Kuliner atau Kampung Kerajinan atau Kampung Wisata. Dinamakan Kampung Ilmu, karena di daerah ini banyak para pedagang kaki lima (PKL) yang menjual buku-buku mulai dari komik, buku pelajaran, sejarah, buku teknik dan berbagai jenis buku lainnya.
![]() |
| Kampung Ilmu di Surabaya. |
Berada di Jalan Semarang Nomor 55, Kota Surabaya, Kampung Ilmu berdiri di atas tanah seluas kurang lebih 6.000 meter persegi milik Dinas Pekerjaan Umum Pemerintah Kota Surabaya. Di kawasan ini terdapat kurang lebih 80 Stan penjual buku dari yang baru hingga yang bekas.
Menurut salah seorang pemilik stan yang tidak mau disebutkan namanya ketika ditemui Cendana News, mengatakan, para pemilik stan yang ada di Kampung Ilmu ini dulu berjualan di sepanjang Jalan Semarang. Karena Pemerintah Kota Surabaya sedang giat melakukan penertiban terhadap para PKL, kemudian disepakati antara para PKL dan pihak Pemerintah Kota Surabaya untuk merelokasi para PKL untuk menempati tanah tidur milik Dinas Pekerjan Umum kota setempat.
![]() |
| Beragam buku murah di Kampung Ilmu Surabaya. |
“Kalau tidak salah tahun 2008 kita mulai direlokasi. Tapi, alhamdulillah setelah dilakukan relokasi sekarang Kampung Ilmu malah menjadi ikon pasar buku murah Kota Surabaya,” ujarnya, Minggu (25/12/2016).
Kampung Ilmu ini letaknya tidak jauh dari Stasiun Kereta Api Pasar Turi. Buku-buku yang dijual pun harganya bervariasi, mulai dari lima ribu hingga ratusan ribu rupiah untuk buku-buku yang tebal dan baru. Di tempat ini tersedia pula warung kopi dan joglo untuk bersantai, setelah lelah berbelanja buku. Selain itu, ketika beruntung pengunjung juga bisa menyaksikan penari remo cilik yang sedang berlatih di Joglo.
Kampung ilmu buka setiap hari. Untuk jam buka, masing-masing stan memiliki jam buka sendiri. Tetapi, rata-rata pemilik stan mbuka mulai pukul 08:00 – 18:00 WIB.
Jurnalis : Nanang WP / Editor : Koko Triarko / Foto : Nanang WP
