Ini Kronologi Hilangnya 4 Anggota TNI AL di Perairan Philipina

MINGGU, 25 DESEMBER 2016

MANADO — Dalam rapat tertutup Panglima Komando Armada Timur (Koarmatim) di Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanudal) di Manado, Cendana News menerima data kronologis saat hilang kontak di Perairan Philipina.
Foto KIA FB Nurhana dan (insert) 4 Anggota TNI AL yang hilang.
Pada Rabu 14 Desember 2016, pukul 16.30 WITA, KRI Layang 635 yang sedang melakukan patroli mendapat kontak secara visual, kemudian dideteksi menggunakan radar navigasi JRC dan terdapat spot kontak di radar pada jarak 5 Nm, dengan kecepatan 8 knot haluan Utara, dan terus didekati sampai dengan jarak 2 Nm, hingga terlihat secara visual dan ternyata kontak tersebut adakan Kapal Ikan Asing (KIA) berbendera Philipina.
Tim KRI Layang kemudian melakukan peran tempur dan menggeladah pada koordinat 05.41 Lintang Utara dan 129.45 Bujur Timur. Berdasarkan data tersebut, Tim KRI Layang memutuskan KIA itu dikawal menuju Lanal terdekat, yaitu ke Lanal Melonguane.
Dalam KIA terdapat bahan bakar yang mampu bertahan selama 4-5 hari dengan kecepatan 5-8 knot. Informasi dari ABK Philipina, ada yang mampu berbahasa Indonesia, selain itu terdapat 10 KIA Philipina yang berada 30 Nm di sebelah Barat dari posisi pemeriksaan KIA FB Nurhana.
Kemudian setelah dilakukan pemeriksaan, di KIA FB Nurhana terdapat jumlah ABK 24 Warga Negara Asing (WNA) Philipina, dan muatan serta dokumen nihil. Saat dikawal dalam perjalanan menuju Lanal Melonguane itulah kemudian hilang kontak dari KRI Layang 635.

Jurnalis : Ishak Kusrant / Editor : Koko Triarko / Foto : Ishak Kusrant

Lihat juga...