Mancing Ikan Pinggir Pantai Favorit Pecinta Teknik Rock Fishing di Lampung Selatan

MINGGU, 04 DESEMBER 2016

LAMPUNG — Liburan akhir pekan dimanfaatkan oleh sebagian warga di Kabupaten Lampung Selatan untuk melakukan aktifitas rekreasi salah satunya dengan melakukan kegiatan memancing. Kaya akan bentang pantai yang panjang dari wilayah pantai Timur hingga pantai Barat yang memiliki pantai dengan lokasi yang sebagian bisa digunakan sebagai spot (titik) memancing ikan pinggir pantai membuat sebagian pemancing memilih tiga pantai di Lampung Selatan ini sebagai lokasi favorit memancing. 
Pemancing di Tanjung Tua mencoba tekhnik poping
Berdasarkan penelusuran Cendana News setidaknya ada tiga titik di Kabupaten Lampung Selatan yang sering dikunjungi para pemancing lokal serta sebagian dari luar daerah dengan tekhnik landbase popping atau rock fishing yang menyesuaikan kondisi pantai bertebing karang.
Tiga tempat yang selama ini sangat digemari oleh para pemancing tepi pantai di Lampung Selatan diantaranya pantai Teluk Nipah Kecamatan Kalianda, Batu Alif di Desa Kelawai Kecamatan Bakauheni dan Tanjung Tua di Kecamatan Bakauheni. Ketiga tempat yang berbeda tersebut memiliki kesamaan diantaranya kontur batu karang yang bisa digunakan para pemancing untuk mengambil posisi terbaik  yang bisa menjangkau  titik yang akan dituju dengan menggunakan pancing joran atau menggunakan roll dan senar yang cukup panjang. Berada di tempat yang tinggi dan teduh juga digunakan para pemancing untuk bisa melempar mata pancing dengan jauh disesuaikan dengan lokasi.
“Salah satu lokasi yang wajib dikunjungi para pemancing di Lampung Selatan namanya Tanjung Tua, sehebat apapun pemancing jika belum merasakan sensasi tarikan ikan di Tanjung Tua belum lengkap sehingga pasti rata rata ingin memancing di sini,”ungkap salah satu pemancing di Tanjung Tua, Joni, yang mengaku sudah menginap semalam sebelumnya untuk merasakan sensasi memancing sepanjang hari dengan kondisi yang berbeda, Minggu (4/12/2016).
Menurut Joni (36) yang datang dari wilayah Bandarlampung, ia sudah menjajal beberapa tempat memancing pinggir pantai di Lampung Selatan yang menawarkan tangkapan ikan dengan ukuran yang cukup besar diantaranya Kakap Merah, Simba, Kerapu serta berbagai jenis ikan laut dalam meski di tepi pantai. Ia mengaku beberapa tempat memiliki tingkat kesulitan dan kemudahan yang berbeda dan tentunya jenis ikan yang berbeda. Namun dari beberapa tempat tersebut memiliki kesamaan tipikal memancing diantaranya tekhnik menggunakan joran, melemparkan lure/popper (umpan buatan) yang bisa menarik ikan ikan predator. Selain itu tekhnik memancing di tepi pantai banyak dilakukan dengan sistem landbase popping atau rock fishing yang menyesuaikan kondisi pantai bertebing karang.
Tanjung Tua spot memancing tepi pantai yang digemari
Berbagai persiapan sebelum berangkat memancing selain pancing disiapkan oleh Joni dan keempat rekannya diantaranya tenda tempat berteduh, pancing cadangan dan senar cadangan, umpan imitasi (poper) serta umpan alami berupa usus ayam, udang segar, anak ikan kecil dan cumi cumi. Meski memancing baginya merupakan hobi namun ia mengungkapkan dalam kondisi tertentu saat memperoleh ikan yang banyak dan berukuran besar ikan ikan tersebut bisa dipergunakan untuk dikonsumsi bersama keluarga di rumah, namun jika ikan yang ditangkap hanya berukuran kecil ia dan rekan rekan cukup membakar ikan yang diperoleh di tepi pantai.
Tiga tempat yang dikunjungi olehnya memiliki tingkat kesulitan yang berbeda, diantaranya memancing di pantai Teluk Nipah dirinya mengaku memiliki kesulitan dalam mengakses jalan terutama saat musim hujan. Ia bahkan mengaku dengan kondisi jalan yang becek membuat kendaraan roda dua atau roda empat sangat sulit untuk mencapai lokasi. Alternatif yang dipilih pemancing diantaranya spot memancing kedua di Batu Alif yang relatif mudah dijangkau melalui jalan setapak yang sebagian sudah dicor dengan semen (rigid).
“Salah satu kendala pemancing untuk menuju lokasi diantaranya kondisi jalan dan saat musim hujan seperti ini jalan becek jadi hambatan jadi Tanjung Tua dan Batu Alif yang bisa dituju untuk memancing,”ungkap Joni.
Batu alif spot memancing tepi pantai yang disukai pemancing
Saat kondisi air laut surut, pemancing tepi pantai dengan tetap memperhatikan kewaspadaan menurut Joni bisa menjangkau ke tanjung yang menjorok ke laut dengan batu karang yang menyembul di permukaan pantai. Keuntungan saat surut pemancing bisa menjangkau titik air yang dalam dimana sebagian ikan ikan berukuran besar dapat dipancing diantaranya ikan GT, Simba, Tongkol, Kerapu bahkan blue marlin dengan ukuran bisa mencapai 30 kilogram ke atas. Meski surut namun pemancing diakuinya tetap harus memperhatikan keselamatan sehingga biasanya pemancing tetap menggunakan pelampung khusus agar lebih aman.
Joni kerap beruntung memperoleh ikan berukuran besar di atas 10 kilogram yang disimpannya dalam kotak berpendingin yang bisa dibawanya pulang untuk dimasak bersama keluarga. Sementara ikan ikan berukuran kecil diantaranya ikan ikan karang bisa dikonsumsi dengan cara dibakar dan dimakan dengan nasi yang dimasak di tepi pantai. Ia juga mengaku sangat mengapresiasi pemerintah Kecamatan Bakauheni melalui Desa Bakauheni yang menyediakan fasilitas penunjang yang lebih bagus saat ini dibandingkan dengan kondisi dua tahun sebelumnya. Fasilitas tersebut diantaranya jalan yang sudah dicor, fasilitas gubuk untuk berteduh dan sebagian warga menyediakan umpan hidup untuk bisa digunakan sebagai umpan dan juga alat alat pancing sewaan.
“Beberapa tempat memancing awalnya memang hanya tersebar dari mulut ke mulut namun seiring dengan perkembangan media sosial tempat memancing pinggir pantai di Lampung Selatan semakin banyak dikenal,”ungkap Joni.
Beberapa komunitas, pemilik toko peralatan memancing bahkan sebelumnya pernah menyelenggarakan lomba memancing dengan hadiah jutaan rupiah untuk memberi semangat bagi penghobi memancing. Ia berharap kompetisi serupa bisa dilakukan lain waktu agar para pemancing lebih bersemangat dan memperkenalkan spot spot memancing yang cukup terkenal di Lampung Selatan.
Infrastruktur Pendukung Bagi Pengobi Memancing
Minat penghobi memancing yang tinggi dengan pilihan spot yang cukup banyak dua diantaranya di Kecamatan Bakauheni dan beberapa di wilayah lain membuat pihak Desa Bakauheni terus melakukan upaya pembenahan. Kepala Desa Bakauheni, Sahroni, mengaku konsep wisata memancing yang juga berdekatan dengan pantai Tanjung Tua yang dikenal sebagai desatinasi wisata merupakan peluang untuk pengembangan perekonomian berbasis wisata salah satunya memancing.
Sebagai langkah pengembangan ia bahkan telah mengusulkan ke pemerintah Kecamatan Bakauheni melalui kegiatan musyawarah pembangunan kabupaten (Musrembangkab) dalam perbaikan infrastrukutr jalan. Jalan pengubung sekitar 10 kilometer bahkan akan diperbaiki di tahun 2017 untuk memudahkan wisatawan dan pemancing menjangkau lokasi Tanjung Tua.
Beberapa infrastrutur yang telah dibenahi menggunakan anggaran dana desa (DD) diantaranya jalan sekitar 100 meter dengan sistem paving blok dan sebagian menggunakan rigid. Keberadaan jalan tersebut dinilai Sahroni telah meningkatkan jumlah kunjungan baik wisatawan penikmat keindahan alam maupun para penghobi memancing. Jumlah kunjungan wisatawan yang tinggi pada setiap akhir pekan bahkan telah memberi dampak positif bagi pengembangan infrastruktur lain di tempat tersebut.
“Tiket masuk sebagian kita alokasikan untuk membuat bangunan gubuk berteduh, toilet dan juga membuat jalan jalan setapak yang terbuat dari semen dan ini sangat emmbantu bagi wisatawan dan para pemancing yang datang,”ungkap Sahroni.
Kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang diberdayakan oleh desa bahkan menyiapkan penyewaan alat pancing bagi wisatawan yang ingin mencoba sensasi memancing di tepi pantai. Sebab Tanjung Tua hingga saat ini menjadi lokasi wisata memancing paling favorit meski sejumlah tempat memancing tepi pantai yang lain menawarkan kelebihan. 
Bakar ikan tepi pantai meski hasil sedikit
Selain memperbaiki, menambah dan mengembangkan infrastruktur pendukung Sahroni juga tetap menghimbau pengunjung baik yang akan berwisata atau memancing untuk tidak merusak alam, membuang sampah sembarangan dan menghargai kearifan lokal tempat wisata yang ada. Ia mengaku dengan pembenahan tersebut pemancing dari luar daerah akan nyaman berada di Tanjung Tua dan bisa menambah pemasukan bagi desa yang ada di ujung Pulau Sumatera tersebut.

Jurnalis : Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Henk Widi

Lihat juga...