Beredar Kabar Hoax Gempa Besar Akan Terjadi Pagi Hari, Warga Pidie Jaya Aceh Ketakutan

Sabtu, 10 Desember 2016
ACEH — Di tengah musibah gempa yang dialami warga Pidie Jaya, Provinsi Aceh, beredar banyak kabar hoax atau berita tidak benar. Berita itu beredar di tengah masyarakat dan membuat warga menjadi semakin ketakutan dan trauma. Salah satu kabar hoax itu menyebut, akan terjadinya gempa dengan kekuatan mencapai 7 Scala Richter (SR) pada pagi hari. Tak pelak, ketika terjadi dua kali gempa susulan yang sebenarnya tak begitu besar pada pagi hari ini, Sabtu (10/12/2016), warga berhamburan keluar rumah.
Proses evakuasi puing-puing bangunan pasca gempa di Pidie Jaya, Aceh
Sebagian warga Pidie Jaya berhamburan keluar rumah, menyusul terjadinya dua kali gempa susulan yang terjadi di wilayah tersebut, pagi tadi. Berdasar catatan Cendana News, gempa pertama pagi ini terjadi pada pukul 06.30 Wib, yang kemudian disusul gempa susulan kedua pada pukul 07.30 Wib. Kedua gempa ini berkekuatan lebih kecil dari gempa hari pertama, namun guncangan yang ditimbukan begitu terasa. Warga berhamburan keluar rumah dan mengaku ketakutan, karena beberapa hari sebelumnya beredar kabar tentang akan adanya gempa besar yang terjadi pada pagi hari.
“Sejak malam pertama setelah gempa (Rabu malam, -red) beredar informasi akan terjadi gempa besar pada pagi hari di WhatsApp dan BBM. Kami takut, karena informasi itu katanya dari BMKG,” ujar Safina, salah satu warga Meurudu, Pidie Jaya, kepada Cendana News.
Namun, lanjut Safina, satu hari setelahnya, kabar hoax tersebut dibantah oleh Badan Meteorologi, Klimatologi Dan Geofisika (BMKG). Safina melihat dari berita, kalau gempa susulan tidak akan terjadi dalam intensitas yang lebih besar dari gempa hari pertama. Pun demikian, Safina mengatakan, jika warga tetap saja khawatir dan belum berani tidur di dalam rumah pada malam hari.
“Ya, kami masih takut, makanya malam hari kami pilih tidur di depan rumah dengan tenda seadanya,” kata Safina, sembari mengungkapkan harapannya, agar kabar-kabar tidak benar tersebut tidak lagi beredar di tengah masyarakat, karena kabar tersebut membuat warga sangat khawatir akan kembali terjadi musibah seperti pada Rabu lalu, yang menelan ratusan korban jiwa.

Jurnalis : Zulfikar Husein / Editor : Koko Triarko / Foto : Zulfikar Husein

Lihat juga...