Program Tabur Puja Hasilkan 40 Posdaya Aktif di Jakarta

Sabtu, 10 Desember 2016

JAKARTA — Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Yayasan Damandiri), diresmikan pada 15 Januari 1996, atas prakarsa Presiden kedua RI, H.M. Soeharto. Damandiri dibentuk atas dasar pemikiran, negara harus bersinergi dengan masyarakat usaha tanah air untuk menjalankan program percepatan pengentasan kemiskinan di Indonesia, melalui pembangunan di empat aspek vital, yakni Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi dan Lingkungan.
Ketua Koperasi Sudara Indra, DR. Moch. Soedarmadi, MKM.
Program Yayasan Damandiri dalam usaha mengentaskan kemiskinan adalah memaksimalkan sistem ekonomi kerakyatan berwujud unit-unit usaha kecil yang diarahkan untuk dibentuk oleh masyarakat itu sendiri. Unit usaha kecil khas Yayasan Damandiri bernama Posdaya (Pos Pemberdayaan Keluarga) dan Rukodaya (Ruko Pemberdayaan Keluarga). Mereka diberikan fasilitas pinjaman atau kredit lunak untuk mengembangkan jenis-jenis wirausaha kecil yang diinginkan. Dana yang dihimpun Yayasan Damandiri sejak awal berdirinya berasal dari sumbangsih para pengusaha Indonesia yang peduli akan pengembangan kewirausahaan masyarakat.
Untuk menyalurkan dana kepada masing-masing Posdaya maupun Rukodaya, dilakukan oleh Koperasi yang sudah terikat kerja sama dengan Yayasan Damandiri dalam sebuah program simpan pinjam bernama Tabur Puja (Tabungan Kredit Pundi Sejahtera). Penyaluran dana pinjaman atau kredit lunak tersebut dilakukan selektif, namun fleksibel. Selektif dalam arti benar-benar memastikan dana tersebut jatuh kepada anggota masyarakat yang memang benar-benar memiliki jiwa mengembangkan usaha kreatif berdasarkan kriteria-kriteria tertentu yang ditetapkan oleh Yayasan Damandiri. Sedangkan fleksibel adalah dana pinjaman tersebut tidak membutuhkan agunan atau jaminan apapun.
“Misi dari Posdaya maupun Rukodaya adalah menggerakkan kegotong-royongan serta kepedulian dari warga yang berada di dalam kelompok Posdaya atau Rukodaya itu sendiri. Artinya, ada usaha pemantapan konsep ekonomi kerakyatan sebagai bagian dari sistem ekonomi Pancasila sekaligus wujud pengamalan dari Pancasila itu sendiri,” jelas Ketua Koperasi Sudara Indra, DR. Moch. Soedarmadi, MKM., saat ditemui, pekan ini, di ruang kerjanya, Jalan Minangkabau
No.35 D, Kelurahan Pasar Manggis, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan.
Seperti ciri khas program-program pembangunan Pak Harto lainnya yang sistematis dan terukur, hal itu juga berlaku dalam program Tabur Puja Yayasan Damandiri yang dijalankan oleh Koperasi Sudara Indra. Sebelum menyalurkan dana pinjaman kredit lunak, pihak Koperasi terlebih dahulu meminta rekomendasi dari LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat). Keanggotaan LPPM adalah dari dua Perguruan Tinggi yang ditunjuk Yayasan Damandiri, yakni Universitas Trilogy dan Universitas Pancasila yang berkedudukan di Jakarta.
Setelah mendapatkan rekomendasi, baik Posdaya maupun Rukodaya yang bisa diberikan kredit lunak, barulah Koperasi mengunjungi Posdaya satu-persatu sebagai pemetaan awal keadaan berikut keinginan warga yang tergabung di masing-masing Posdaya tentang usaha yang ingin mereka kembangkan. Setelah menampung semua aspirasi dan mendapatkan estimasi jumlah dana yang bisa diberikan, lalu dikoordinasikan kepada Tim LPPM. Kegunaan koordinasi ini adalah LPPM nantinya yang akan memberikan (jika memang diperlukan) pelatihan maupun pengarahan bagi Posdaya yang statusnya sudah siap menerima kredit lunak tersebut. Ketika semua dirasa sudah siap, kreditpun segera dicairkan.
“Dari proses atau mekanisme ini dapat dilihat pemilahan tugas yang sistematis. Kemitraan antar lembaga perguruan tinggi menangani secara konseptual, sedangkan koperasi menangani pemberdayaan ekonomi dalam bentuk pendanaan,” tambah Soedarmadi.
Program yang dijalankan dengan sistematis dan terukur oleh Koperasi dengan sinergi jelas bersama akademisi diharapkan berujung pada keberhasilan tujuan dibuatnya Program Tabur Puja, yaitu peningkatan kesejahteraan masyarakat. Koperasi adalah Ekonomi Kerakyatan dalam Sistem Ekonomi Pancasila yang bertujuan mengikis kemiskinan rakyat, bahkan diharapkan mampu mengentaskan kemiskinan itu sendiri. Karena itu, dalam program Tabur Puja dihimpun semua anggota masyarakat dari strata pra-sejahtera ke atas ke dalam satu Posdaya maupun Rukodaya binaan.
Penggabungan tersebut secara tidak langsung menjadi stimulan bagi seluruh anggota untuk bersama-sama menjalankan usaha dengan semangat saling mendukung antara satu sama lain. Jiwa gotong royong serta kepedulian antar sesama anggota terbentuk dengan sendirinya seiring berjalannya waktu.
“Selain menjalankan fungsi pemberdayaan ekonomi berbentuk penyaluran dana, berdasarkan alur penjelasan kami di atas, dapat dikatakan koperasi juga kerap menjalankan fungsi sebagai fasilitator maupun mediator antara masing-masing Posdaya dengan LPPM. Bahkan, tidak tertutup kemungkinan dengan Yayasan Damandiri secara langsung. Sejauh ini, hal itu membantu kelancaran program Tabur Puja,” lanjut Soedarmadi.
Lebih jauh, Soedarmadi mengatakan, sejak 2012 saat mengawali kerjasama dengan Yayasan Damandiri sebagai Koperasi pembina dan penyalur kredit bagi Posdaya, keanggotaan Posdaya yang berada di bawah naungan Koperasi Sudara Indra hingga 2016 sudah mencapai 40 Posdaya aktif tersebar di seluruh wilayah DKI Jakarta.
Total Posdaya berikut Rukodaya Yayasan Damandiri di seluruh Indonesia saat ini sudah mencapai 50.000 kelompok. Jumlah itu pasti akan terus bertambah mengingat gerakan ekonomi kerakyatan yang digagas Yayasan Damandiri sejak 1996 ini mampu menyentuh seluruh strata sosial yang ada di masyarakat. Dan, yang membanggakan adalah semua bisa terawat serta terjaga dengan baik sampai saat ini.
“Untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi rakyat, kegiatan ekonomi harus dijadikan lokomotif untuk menarik masyarakat pra-sejahtera menjadi sejahtera secara gotong-royong. Dan, Yayasan Damandiri bersama Koperasi Sudara Indra melalui Program Tabur Puja untuk Posdaya maupun Rukodaya binaannya dipastikan memberikan bukti, bukan janji,” jelas Soedarmadi.
Apa yang dikatakan Ketua Koperasi Sudara Indra merupakan awal bagi Cendana News untuk segera memasuki satu demi satu dari 40 Posdaya maupun Rukodaya Yayasan Damandiri binaan Koperasi Sudara Indra. Pastinya akan menjadi sebuah perjalanan panjang yang sangat menarik dan menginspirasi siapa pun yang membacanya nanti.

Jurnalis : Miechell Koagouw / Editor : Koko Triarko / Foto : Miechell Koagouw

Lihat juga...