PLN : Konsumen Terbesar Pertamina di Papua

JUMAT, 21 OKTOBER 2016

BALI — PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Regon (MOR) VIII Maluku Papua mengklaim konsumsi terbesar pengguna Bahan Bakar Minyak (BBM) di Papua adalah PT PLN dan Tambang berada di urutan kedua.
“Untuk konsumsi masih terbesar di Papua diikuti tambang dan lainnya,” dikatakan Area Manager Comunication and Relation Pertamina MOR VIII Maluku Papua, Taufik Urachman di Kuta, Bali, Jumat (21/10/2016).
Berikut data Pertamina MOR VIII Maluku Papua yang diuraikan dalam pelajaran kelas kegiatan Media Gathering, antara lain PLN sebagai konsumen terbesar di Papua sebesar 58 persen, tambang 25 persen, perkebunan tiga persen, TNI tiga persen, kontraktor tiga persen, Polri tiga persen, minyak gas dua persen, perikanan satu persen, kehutanan satu persen dan lainnya dua persen.
Menurut Taufik, rata-rata pertumbuhan konsumsi premium kurang lebih 4.6 persen, Solar kurang lebih 8.8 persen dan Kerosene atau minyak tanah kurang lebih 8.2 persen. Sementara penggunaan liquefied petroleum gas (LPG) untuk rumah tangga dan usaha menengah ukuran 12 kilogram meningkat rata-rata 11.25 persen per tahun. “Untuk penggunaan LPG 50 kilogram meningkat rata-rata 6.3 persen per tahun,” tutur Taufik.
Lembaga penyalur BBM sendiri di Papua, lanjutnya, terdapat 69 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) atau 18 persen, sebanyak 181 agen penyalur minyak dan solar (APMS) atau 48 persen, terdapat 30 stasion pengisian bensin umum (SPBU) dan stasiun pengisian disel nelayan (SPDN) atau delapan persen, sementara agen minyak tanah (AMT) berjumlah 90 agen atau 24 persen. 
“Untuk agen keekonomian sendiri berjumlah enam agen atau setara dua persen,” dikatakan Taufik.
Saat disinggung soal tantangan yang dihadapi Pertamina dalam menyalurkan BBM di wilayah Papua, kata Taufik, banyak model penyaluran ke daerah-daerah wilayah kabupaten/kota di Papua, mulai dari mode sederhana, mode cukup rumit, mode rumit dan mode sangat rumit.
“Paling rumit dengan penyaluran BBM dengan menggunakan pesawat, seperti yang terjadi di wilayah Papua, khususya pedalaman,” ujarnya. 

Jurnalis : Indrayadi T Hatta / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Indrayadi T Hatta

Lihat juga...