LAMPUNG — Ruangan berukuran sekitar 4×6 meter terletak di pintu masuk kantor Kecamatan Penengahan. Ruangan itu cukup sejuk dengan fasilitas air conditioner (AC),tempat duduk, lemari buku, lemari berkas, meja meja komputer lengkap dengan komputer yang tersedia. Begitulah gambaran ruangan perpustakaan seru (Perpuseru) yang menyediakan fasilitas memadai berupa buku buku bacaan beragam jenis. Terdapat juga 10 unit komputer yang masih dalam proses pemasangan instalasi internet.
Perpuseru di Kecamatan Penengahan tersebut sarana pendidikan yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan. Perpuseru mudah diakses dan berada di tengah kota Kecamatan Penengahan menjadi tempat rujukan bagi para pelajar,masyarakat yang hendak mencari bahan bahan bacaan atau sekedar mengakses internet.
“Meski sudah cukup sempurna baik dari fasilitas buku buku penunjang, komputer, namun perpuseru ini masih akan terus mengalami pengembangan. Kami memikirkan pengembangan tempat membaca khusus serta menambah koleksi buku yang ada agar semakin menarik minat masyarakat untuk berkunjung ke perpustakaan,”ungkap Abdullah, pengelola perpuseru Kecamatan Penengahan mendampingi Camat Kecamatan Penengahan, Lukman Hakim, saat ditemui Cendana News, Jumat (28/10/2016).
Sebagai lembaga layanan bagi siswa sekolah, masyarakat umum, ungkap Abdulah, perpuseru dimanfaatkan sebagai sarana hiburan yang sehat sehingga perlu dikelola secara profesional. Sebagai langkah tersebut dibentuk kepengurusan yang tersistem baik penanggungjawab serta tata kelola perpustakaan yang langsung dilakukan oleh pegawai kecamatan setempat. Di bawah pembinaan badan perpustakaan dan arsip daerah (BPAD) Lampung Selatan hingga kini perpuseru Kecamatan Penengahan memiliki koleksi buku yang cukup beragam baik buku buku bacaan ringan hingga ilmu pengetahuan.
Abdullah mengaku masih menyusun konsep jadwal kunjungan bagi siswa yang berminat untuk membaca buku tersebut. Selain itu pilihan untuk dibuka secara umum pun masih terbuka lebar karena kantor Kecamatan Penengahan menjadi tempat untuk pengurusan beberapa surat administrasi kependudukan. Kesibukan yang terjadi di kantor kecamatan tersebut bisa menjadi kesempatan untuk mengunjungi perpuseru tersebut.
“Terkadang banyak warga yang datang ke kecamatan untuk mengurus KTP atau Kartu Keluarga mengajak serta anggota keluarga yang lain. Perpuseru ini bisa digunakan tempat untuk menunggu sambil mengakses informasi dengan membaca buku,” terang Abdullah.
Selain menyediakan informasi pembelajaran,Abdullah mengungkapkan masyarakat khususnya wanita dan pemuda harus bisa memanfaatkan perpuseru tersebut untuk menunjang perkembangan yang ada di tingkat desa maupun kecamatan. Perkembangan tersebut diantaranya dapat diakses dari buku buku diantaranya sistem pengelolaan lahan pertanian yang ada di desa, resep masakan, serta obat obatan tradisional yang bisa diperoleh dari membaca buku di perpuseru kecamatan.
Salah satu ibu rumah tangga (IRT) pengunjung perpustakaan tersebut, Anita (34) mengaku koleksi buku yang ada di perpustakaan tersebut sudah cukup beragam terutama bagi para pelajar yang ingin memperoleh ilmu pengetahuan. Selain itu lokasi yang strategis di pintu masuk kantor kecamatan bisa dimanfaatkan oleh warga yang juga ingin mengurus administrasi kependudukan di kantor kecamatan. Meski demikian ia berharap perlu ada tambahan koleksi buku khususnya bagi kaum perempuan.
“Buku buku edukasi khususnya bagi perempuan untuk pengembangan wirausaha di antaranya resep pembuatan kue,masakan tradisional atau kerajinan tangan perlu ditambahkan. Semakin beragam pasti akan semakin banyak yang membaca di sini,”ungkap Anita.
Ruangan dengan fasilitas AC di perpustakaan tersebut juga menjadi penambah rasa nyaman bagi pengunjung. Tambahan tempat untuk membaca bagi pengunjung juga perlu ditambah untuk memudahkan masyarakat yang berkunjung ke perpustakaan sekaligus melakukan pengurusan adminstrasi kependudukan di kantor kecamatan.
Bupati Lampung Selatan, Zainudin Hasan, dalam menyambut perayaan HUT Kabupaten Lampung Selatan ke-60 yang akan dirayakan pada November mendatang mengaku akan membangun perpuseru serupa di sebanyak 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Lampung Selatan. Selain di tingkat kecamatan dengan adanya kucuran dana desa (DD) penyediaan perpustakan di setiap desa juga telah diwujudkan di sejumlah desa. Seperti di Kecamatan Tanjung Bintang yang memiliki sebanyak 21 desa, di antarnya 5 desa telah memiliki perpustakaan.
“Sementara di Lampung Selatan yang telah dibuka di Kecamatan Penengahan dan Kecamatan Tanjung Bintang.ke depannya akan ditambah merata di semua kecamatan di Lampung Selatan,”ungkap Zainudin Hasan.
Keberadaan perpuseru di tingkat kecamatan hingga desa tersebut menurutnya diharapkan bisa memberikan kontribusi positif bagi pembangunan hingga tingkat desa. Selain itu keberadaan perpustakaan bisa menyediakan informasi dan meningkatkan budaya literasi, budaya membaca bagi pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum.
Penambahan fasilitas Perpuseru di sejumlah kecamatan tersebut menurut ketua DPD Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Lampung, Enny Amall Liah, merupakan sebuah langkah maju dari setiap daerah terutama di wilayah Lampung. Ia mengaku budaya literasi harus mendapat respon dari pemerintah daerah setempat terutama untuk meningkatkan minat budaya membaca. Membangun perpustakaan yang mudah diakses masyarakat dan juga memberi dukungan bagi kelompok kelompok belajar dan rumah baca yang ada di Lampung. Ennyberharap setiap kepala daerah bisa lebih memperhatikan program perpustakaan hingga ke tingkat desa terutama dalam penambahan fasilitas buku buku dan penunjang lainnya.