LAMPUNG — Penderita sebagian penyakit yang tak kunjung sembuh meski telah berobat di rumah sakit dan tempat pengobatan modern mulai mencari cara cara pengobatan altetnatif,salah satunya menggunakan tekhnik terapi lintah. Terapi menghisap darah dengan lintah telah dikembangkan sejak jaman kuno. Darah yang ditarik atau di hisap oleh lintah adalah jenis darah kotor yang menyebabkan penyakit untuk tubuh. Salah satu ahli terapi menggunakan lintah diantaranya Hindarso Sutantio yang melakukan terapi lintah atas permintaan sejumlah penderita gangguan darah tinggi,diabetes serta gangguan penyakit lain. Meski tidak tinggal di Lampung dirinya kerap dipanggil pasien di sejumlah tempat salah satunya di Yosodadi Metro. Sekitar 50 lintah dibawanya menggunakan toples lengkap dengan peralatan pendukung lainnya diantaranya perban,kapas,alkohol dan peralatan untuk terapi.
Ia mengaku lintah yang digunakan untuk terapi biasanya adalah jenis lintah yang sudah mendapatkan perlakuan khusus. Lintah sudah bersih dan bisa digunakan untuk terapi dan bukan sembarang lintah yang didapat dari alam. Biasanya lintah yang akan digunakan untuk terapi memiliki bentuk yang kecil dan akan tumbuh besar setelah bisa menghisap darah. Ukuran lintah biasanya bisa mencapai lebih dari 12 cm setelah digunakan untuk terapi. Berikut ini adalah proses terapi lintah dan sistem perawatan yang bisa dilakukan.
“Lintah yang saya gunakan diternak khusus dan jenis lintah khusus yang memang dipergunakan untuk terapi,saya juga melakukan terapi atas permintaan pasien setelah mendapat penjelasan tentang manfaat terapi lintah,“ungkap Hindarso yang melakukan terapi lintah pada salah satu penderita diabetes,Minggu (23/10/2016)
Proses terapi yang dilakukan olehnya pun terbilang sederhana diantaranya lintah ditempelkan pada bagian kulit pasien dengan titik tertentu yang sudah ditentukan terutama di bagian yang diduga menjadi sumber penyakit. Sebagai ahli dirinya bahkan mengetahui jenis titik untuk mengobati berbagai penyakit tertentu.
Lintah akan menempel pada kulit kemudian mulai menghisap darah setelah menusuk pada bagian kulit tertentu. Saat lintah menusukkan ke bagian kulit dan bisa menghisap darah maka enzim dan senyawa yang dimiliki oleh lintah akan bekerja secara efektif.
Darah yang dihisap oleh lintah akan terlihat seperti darah yang encer dan karena itulah banyak darah yang bisa dihisap oleh lintah. Setelah lintah bekerja pada terapi ini maka tembakau digunakan untuk melepaskan lintah dari kulit.
Jenis lintah yang digunakan untuk terapi adalah lintah khusus yang bisa digunakan sebagai obat. Banyak orang yang merakan manfaat terapi lintah sangat besar terutama untuk mengatasi berbagai jenis gangguan penyakit.
Selama melakukan terapi dihisap lintah ia mengakui beberapa penyakit yang bisa diobati dengan terapi tersebut cukup beragam. Beberapa daftar manfaat terapi lintah diantaranya penyakit diabetes,penyakit Pembuluh darah dan penyakit kardiovaskular, hipertensi,peradangan organ dalam tubuh,mengobati penyakit kulit,mengatasi nyeri sendi.
“Rata rata pasien yang berobat sembuh dan bahkan akhirnya meminta lintah hidup untuk melakukan terapi sendiri karena saya juga mengajarkan cara melakukan terapi sendiri”ungkap Hindarso yang menjadi terapis tanpa mau dibayar tersebut.
Ia menerangkan sudah beberapa tahun melakukan terapi lintah meski tidak membuat klinik atau menawarkan jasanya dan dilakukan secara gratis. Ia melakukan hal tersebut karena pernah memiliki penyakit dalam yang juga sembuh karena terapi tersebut. Ia bahkan hanya berniat menyembuhkan pasien tanpa pernah meminta imbalan karena cara penyembuhan tersebut bisa dilakukan siapa saja. Ia bahkan mengaku pada awalnya lintah hanya dianggap sebagai hewan penganggu saja. Lintah hanya akan menghisap darah dari manusia sehingga bisa menyebabkan bahaya. Namun sekarang terapi lintah dikembangkan dengan beberapa bukti. Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa lintah sangat efektif untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit.
Secara ilmiah ia menerangkan lintah menyebarkan sebuah agen antikoagulan yang bisa menghambat proses pembekuan darah. air liur lintah mengandung sebuah senyawa yang bersifat sebagai anti koagulan alami seperti hirudin. Hirudin pada bagian air liur lintah bisa berfungsi untuk mengikat trombosit.
Lintah mengandung calin.
Calin berfungsi untuk sebagai antikoagulan alami dan menghambat faktor yang bisa mencegah kerusakan kolagen dalam kulit. Bahkan calin juga berfungsi sebagai inhibitor untuk kolagen. Air liur lintah yang masuk ke dalam kulit manusia juga mengandung Xa inhibitor. Bahan ini berfungsi untuk mengatur sistem koagulasi.
Air liur lintah juga bisa bersifat sebagai destabilase. Sistem ini akan mencegah tubuh dalam memproduksi fibrin sehingga proses pembekuan darah bisa diatur lebih baik.
Senyawa air liur lintah mengandung bdellins yang berfungsi sebagai salah satu senyawa anti inflamasi yang bisa mencegah pembentukan tripsin, plasmin, dan acrosin.
Senyawa air liur lintah mengandung histamine, asetikolin dan inhibitor karboksipeptida A yang berfungsi untuk melebarkan pembuluh darah dan meningkatkan sistem aliran darah dalam tubuh menjadi lebih lancar.
Senyawa air liur lintah ternyata juga sangat efektif dalam mengatasi rasa sakit pada bagian tubuh tertentu dan bisa menghambat proses pembentukan bakteri dalam tubuh.
Terapi lintah adalah jenis terapi yang bisa dilakukan dengan mudah. Ia mengaku bahkan memelihara lintah khusus yang berfungsi untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Ribuan ekor lintah yang dibudidayakannya bahkan telah diekspor ke negara China dengan harga Rp1000 per ekor.
Hingga saat ini belum pernah ditemukan efek samping dari terapi lintah. Namun orang dengan sistem kekebalan yang lemah tidak disarankan untuk melakukan terapi ini karena dikhawatirkan akan mudah terkena resiko infeksi bakteri dan virus dari lintah. Tapi selama kondisi badan cukup bugar maka terapi lintah aman untuk dilakukan.