BANDUNG — Usianya masih anak-anak, namun segudang prestasi pernah diraihnya. Salah satu prestasi yang paling membanggakannya saat tampil ajang Karateka tingkat Internasional Karrate Coupe Internationale de Kayl di Jerman pada 15 Oktober 2016 lalu. Pada ajang itu, dua medali emas berhasil diboyong ke tanah air.
YA, adalah Meisya Asriana Ratu Cantika. Kareteka cilik berusia 10 tahun ini sudah mampu membanggakan orang tua sekaligus mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.
“Bangga bisa mengharumkan nama Indonesia, walau harus jauh dengan keluarga selama satu minggu,” ujar Meisya.
Putri dari pasangan Sersan Mayor Ali Hanifiah dan Sri Murni ini empat tahunan terakhir kerap mengikuti berbagai ajang pertandingan, baik tingkat nasional maupun internasional. Tak ayal puluhan medali di pentas domestik pun mampu dikantonginya.
Diantaranya, juara 1 kata perorangan usia dini putri kejuaraan Bupati Cup tahun 2013, juara 1 Kumite -25 kg kejuaraan BTM Cup Jabar, juara 1 kata perorangan usia dini putri SMANSA Cup tahun 2014, juara 1 Kumite -25 kg kejuaraan Kapolda Cup tahun 2014, juara 1 kata perorangan dan Kumite -25kg Jabar Open Karate Championship 2015, juara 1 kata perorangan putri pekan olahraga pelajar tahun 2015.
Untuk meraih prestasi, Mei -sapaan dia- kerap menjalani latihan rutin. Selain itu, pola istirahat dan pola makan tetap terjaga. Sejak usia lima tahun, sang ayah sudah melatihnya menjadi seorang karateka.
“Kalau aku di rumah, lebih baik belajar atau tidur, karena waktu ku habis dipakai latihan Karate sama ayahku,” ucap mojang asal Dayeuh Kolot, Kabupaten Bandung ini.
Meski disibukan dengan aktivitasnya sebagai atlet, namun prestasi di sekolah pun cukup membanggakan. Ia masuk dalam 10 besar dari 42 siswa yang ada di kelasnya.
Sementara itu ibunda Meisya Asriana Ratu Cantika, Sri Murni mengungkapkan, putrinya tersebut merupakan anak pendiam dan jarang bergaul dengan teman-teman sebayanya. Namun sebagai orang tua, ia selalu mendidik putrinya supaya pintar membagi-bagi waktu antara latihan, belajar dan bermain.
“Dari segi makanan tidak diatur, karena Mei terhitung anak yang susah makan, namun kalau susu dan vitamin selalu dipenuhi kebutuhannya,” ungkap Sri Murni.