Transkurir, Peluang Usaha Menjanjikan Bagi Tiga Anak Muda di Ponorogo

MINGGU, 23 OKTOBER 2016

PONOROGO — Jasa antar barang atau kurir secara online memang menjadi salah satu kebutuhan di era masyarakat modern saat ini. Hal ini dibuktikan oleh tiga orang pemuda asal Ponorogo yakni Saifullah Abdi, Wijayadi, dan Agung Setiawan yang membuka usaha dengan nama ‘Transkurir’ dimana tugas utamanya sebagai pengantar barang sesuai pesanan konsumen.
Meski dibangun sejak tahun 2014 lalu, perlahan namun pasti transkurir berkembang dengan pesat. Awalnya jasa kurir ini dilakukan oleh ketiga pendiri kini dibantu dengan empat driver (pengemudi.red).
Salah satu pendiri, Wijayadi menjelaskan awalnya ia menerima pesanan hingga malam hari. Namun hal ini dirasa berat karena harus mengantar pesanan barang hingga pelosok eks-karisidenan Madiun.
“Akhirnya kami memutuskan menerima pesanan dari pukul 09.00-17.00 WIB, tapi biasanya pelanggan mulai pesan pukul 08.00 WIB,” ujarnya kepada Cendana News, Minggu (23/10/2016).
Cara melakukan jasa transkurir ini cukup mudah, pengguna hanya mengunduh transkurir dari play store, kemudian melakukan pemesanan barang yang akan diantar, driver segera mendatangi pemesanan, ketika sudah sampai driver tinggal meminta bayaran sesuai dengan tarif.
“Karena kami harus mengantar ke alamat pelosok, pengirim juga harus menyertakan nama dukuh, desa dan RT/RW serta nomor yang bisa dihubungi,” jelasnya saat ditemui di kantornya di Jalan Kalimantan, Mangkujayan, Ponorogo.
Ada pengalaman unik yang diterima oleh salah satu driver, pernah diminta pengirim untuk membuang popok bekas ke sungai. Tentu hal ini menjadi pengalaman tersendiri bagi transkurir.
Dalam sehari, transkurir mampu mengantas belasan pesanan. “Lebih dari dua puluh pesanan itu sudah termasuk yang paling ramai. Dan jika sudah demikian, kami pun ikut melayani mengantar pesanan,” tutur Wijayadi.
Jasa kurir menurut Wijayadi merupakan kebutuhan masyarakat terutama dalam mengantarkan barang. Sehingga dirinya pun bertekad dalam waktu dekat segera mengembangkan usahanya.
“Jasa itu tidak hanya dibutuhkan di kota besar saja. Di mana pun, kurir dibutuhkan. Peluang itu yang coba kami tangkap dan maksimalkan,” pungkasnya. 


Jurnalis : Charolin Pebrianti / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Charolin Pebrianti

Lihat juga...