MINGGU, 23 OKTOBER 2016
YOGYAKARTA — Kendati memiliki keterbatasan fisik, penyandang Cerebral Palsy (CP), Safrina Rovasita, mampu meraih gelar Sarjana 2 di bidang magister pendidikan (M.Pd.) dan menjadi guru di sebuah Sekolah Luar Biasa (SLB) di Condongcatur, Depok, Sleman. Sementara penyandang CP lainnya, Andika Indra Saputra, mampu membuat kerajinan kolase dari kulit telur sebagai mata pencahariannya.

Kendati mengalami kesulitan berbicara dan gerak tangan, Safrina Rovasita, M.Pd., saat ini menjadi seorang guru SLB. Bahkan, Safrina kini juga sedang menimbang tawaran beasiswa untuk melanjutkan pendidikan Sarjana 3, karena cita-citanya sejak kecil ingin menjadi dosen.
Safrina hadir dalam peringatan Hari Cerebral Palsy Sedunia di Yogyakarta, Minggu (23/10/2016), mewakili kaum muda penyandang CP dalam wadah Wahana Keluarga Cerebral Palsy (WKCP) Youth Yogyakarta. Sementara itu, penyandang CP lainnya, Andika Indra Saputra, menunjukkan hasil karyanya berupa lukisan kolase dari kulit telur ayam dan bebek bergambar seekor burung sedang membawa setangkai bunga dengan paruhnya.
Dengan keterbatasan bicaranya, Andika menjelaskan lukisan kolase yang dibuatnya itu menggambarkan seorang difabel yang mampu menopang kehidupannya sendiri di tengah keterbatasan fisiknya.

“Kolase ini saya buat selama 1 bulan, karena prosesnya membutuhkan ketekunan dan kesabaran”, ujar Andika, sembari mengimbuhkan, kolase hasil karyanya selama ini dijual seharga Rp. 400-500 Ribu, tergantung ukuran dan kerumitannya.
Safrina dan Andika, hanya dua saja di antara ratusan penyandang CP yang tetap mampu berkarya dan berbuat banyak demi melangsungkan kehidupannya tanpa bantuan orang lain. Namun demikian, dalam pemenuhan kebutuhan khusus seperti alat bantu, akses publik dan sosial serta kesempatan bekerja masih sangat terbatas.
Ketua WKCP Yogyakarta, Anis Trilestari mengungkapkan, berdasarkan data WKCP tahun 2015 terdapat 130 orang penyandang CP. Dimungkinkan, jumlah tersebut masih lebih besar lagi, karena belum semuanya penyandang CP tergabung dalam WKCP, sedangkan kemampuan WKCP sendiri untuk menjangkau semua penyandang CP masih terbatas.

Anis mengatakan, melalui tema Peningkatan Kualitas Hidup Bagi Penyandang Cerebral Palsy di hari peringatan Cerebral Palsy Sedunia ini, WKCP ingin mengajak semua masyarakat agar saling mendukung upaya-upaya peningkatan kualitas hidup para penyandang CP, baik melalui pendidikan, ekonomi dan kehidupan sosialnya.
Jurnalis : Koko Triarko / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Koko Triarko