Panja Komisi X DPR, Menteri Pariwisata Memaparkan Skenario Ideal Anggaran Destinasi

SENIN, 24 OKTOBER 2016

JAKARTA—Rapat Panitia Kerja (Panja) Pemasaran dan destinasi Komisi X DPR RI bersama Kementerian Pariwisata (Kemenpar RI) membahas Penyesuaian Rencana Kerja Anggaran Kementerian dan Lembaga (RKA-KL) Pariwisata Tahun 2017.


Dalam Raker Tersebut, Menteri Pariwisata Arief Yahya memaparkan strategi skenario ideal. Yang pertama untuk pengembangan dan industri destinasi di Indonesia dibutuhkan anggaran sebesar Rp750 miliar untuk mendanai pengembangkan 10 Destinasi Prioritas, yaitu Danau Toba, Tanjung Kelayang, Tanjung lesung, Borobudur, Bromo, Tengger Semeru, Mandalika, Labuan Bajo, Wakatobi dan Morotai.
Yang kedua, kata Menteri, yaitu Pengembangan kelembagaan kepada wisata  dengan anggaran sebesar Rp950 miliar.
“Anggaran kelembagaan itu, Sebagian besar akan digunakan untuk mendanai program penyelenggaraan pendidikan tinggi di 6 Unit pelaksana teknis (UPT),” papar Arief dalam Raker di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (24/10/2016).
Sisa anggaran, jelas Menteri, akan digunakan untuk pencapaian target sertifikasi kompetensi bidang pariwisata sebanyak 65 ribu orang dan pelatihan dasar Sumber Daya Manusia (SDM) bidang pariwisata sebanyak 35 ribu orang. Selain itu sisa anggaran ini digunakan untuk pendirian lembaga sertifikasi profesi (LSP) yakni  Pelatihan assesor lulusan pendidikan tinggi pariwisata (Sertifikasi First Party) dan pendirian regional Secretariat ASEAN, tata kelola destinasi dan gerakan sadar wisata serta fasilitasi standar sertifikasi usaha pariwisata.
Arief menambahkan adanya kebutuhan untuk  pendukungan manajemen sarana dan prasarana bidang kesekretariatan, serta pelaksanaan tugas teknis lainnya.
“Sarana dan prasarana aparatur sebesar Rp385 Miliar, nanti akan digunakan untuk mendanai pengembangan belanja mengikat, belanja pegawai dan penyelenggaraan pemeliharaan perkantoran serta pengadaan sarana dan prasarana perkantoran,” pungkasnya.

Jurnalis : Adista Pattisahusiwa / Editor : Irvan Sjafari / Foto : Adista Pattisahusiwa

Lihat juga...