Maria: Berobat ke Rumah Sakit Tak Sembuh, Tentara Obati Ada Perubahan

KAMIS, 27 OKTOBER 2016

KEEROM — Satu dari enam orang penderita penyakit kaki gajah atau Filariasis mengaku setelah diberikan obat oleh rumah sakit Swakarsa maupun Puskesmas terdekat di kampung Sawittami, Distrik Mannem sakitnya tak kunjung sembuh, namun saat diobati tim medis dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) keluhan penyakitya alami perubahan yang baik.
“Tentara obati, kaki saya rasa ringan dan tak sakit-sakit. Selama saya sakit sejak lahirkan anak pertama, belum pernah diobati tentara. Saya pernah berobat ke rumah sakit Swakarsa, setelah itu kaki masih tetap sakit. Kalau diobati rumah sakit tidak sembuh, kalau bapak tentara yang obati, kaki saya mulai sembuh sakitnya,” diungkapkan seorang warga Sawittami, Maria Kuwambere (65 tahun), saat dijumpai media ini dirumahnya, Rabu(26/10/2016).
Dirinya juga berterima kasih kepada TNI AD yang bertugas di wilayah Distrik Mannem dan Distrik Waris dibawah komando Yonif Mekanis 516 Caraka Yudha atas apa yang telah ia rasakan dari penyakit yang dideritanya.
“Terima kasih bapak tentara sudah obati sa (dialek Papua-saya) pu (punya) sakit sudah hampir sembuh. Terima kasih ya bapak tentara, saya sayang tentara,” katanya sambil mata berkaca-kaca.
Hal itu terkuak saat pagi tadi tim kesehatan TNI AD yang diwakili oleh dokter Satgas Pamtas Yonif Mekanis 516 Caraka Yudha Mayor Ckm Sandhi Fitriardi,Sp.S bersama tim Cendana News bertolak dari pos TNI AD Sawittami kurang lebih 1,6 kilometer atau 2 jam lebih berjalan kaki pulang pergi ke pemukiman penduduk bukit Sawittami, Distrik Mannem, Kabupaten Keerom.
“Kan sebelumnya hasil dari patroli kesehatan ada empat orang warga yang ditemukan menderita penyakit kaki gajah. Patroli kali ini ditemukan dua orang lagi, jadi total penderita penyakit gajah berjumlah enam orang,” kata Komandan Satgas Pamtas Yonif Mekanis 516 Caraka Yudha.
Selain menjaga wilayah kedaulatan NKRI, pihaknya turut serta membantu kesejahteraan masyarakat setempat di Kabupaten Keerom, terlebih khusus wilayah perbatasan RI-PNG. Salah satunya, lanjut Letkol Inf Lukman Hakim yakni bidang kesehatan juga menjadi salah satu fokus jajarannya dalam bertugas di Tanah Papua.
“Tugas utama kami selain menjaga kedaulatan NKRI, juga membantu tingkatkan kesejahteraan masyarakat, salah satunya taraf kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, program pengobatan keliling ini dari rumah kerumah warga lainnya dengan maksud mengobati langsung masyarakat yang sakit dirumah mereka masing-masing juga memudahkan masyarakat agar tak perlu datang lagi ke pos kesehatan TNI terdekat.
“Penyakit menonjol yang ditemukan seperti kaki gajah, karena rata-rata yang kami temui, mereka sudah putus asa untuk mengobati penyakit mereka ke puskesmas maupun rumah sakit,” tuturnya.
Pihaknya juga tetap berkoordinasi ke dinas kesehatan kabupaten Keerom dan mereka sangat antusias atas apa yang telah dilakukan tim kesehatan militer. “Kalau kami mendapatkan satu penyakit menonjol di satu wilayah, pastinya kami juga laporkan ke dinas kesehatan setempat. Dan saat pengobatan gratis beberap waktu lalu kami juga kerjasama dengan dinas kesehatan keerom,” ujarnya.
Enam penderita penyakit kaki gajah atau Filariasis yang ditemukan tim patroli kesehatan dikampung Sawittami yakni Maria Kuwambere (65 tahun), Hambersius Pakgison (50 tahun) dan Didimus Wake (60 tahun), dikampung Piyawi, Monika Musui (65 tahun). Sementara penderita kaki gajah Kaspas Tawa (45 tahun) dikampung Kali Bom dan dikampung Kali Fay atas nama Biyatha May (51 tahun).


Jurnalis : Indrayadi T Hatta / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Indrayadi T Hatta

Lihat juga...