BALI — Masih ingat kisah kesetian ajing Hanchiko dari Jepang kepada tuannya Profesor Hidesaburo Ueno pada 1920-an? Kisah kesetiaan seekor anjing kepada majikannya serupa juga terjadi di Bali. Seekor anjing betina di wilayah Kabupaten Gianyar, Bali, dengan setia menunggu pusara majikannya yang telah tewas.
Hewan berbulu putih itu setiap pagi hingga sore menunggu kuburan majikannya yang bernama I Gusti Ayu Dapet. Peristiwa itu bermula dari meninggalnya I Gusti Ayu Dapet. Ia lantas dikuburkan oleh pihak keluarga sembari mencari hari baik untuk pengabenan.
Sari yang mengetahui majikannya telah mengembuskan nafas terakhir itu duduk manis di atas pusara sang majikan. Cucu I Gusti Ayu Dapet, I Gusti Ngurah Dirgayasa menuturkan, awalnya pihak keluarga tak menyadari kesetiaan Sari terhadap I Gusti Ayu Dapet. Keluarga menganggap Sari hanya duduk biasa saja di pusara majikannya tersebut.
Namun, begitu prosesi upacara pemakaman akan digelar, Sari tak juga beranjak dari pusara majikannya itu.? Pihak keluarga akhirnya membujuk Sari agar mau beranjak dari tanah kuburan. Sari pun tak mau. Ia mengeluarkan suara yang begitu miris, seperti ingin menyampaikan pesan jika ia begitu kehilangan.
“Awalnya saya kira Sari cuma duduk biasa selayaknya anjing lain yang suka duduk semaunya saja. Tapi setelah agak lama, Sari tak mau beranjak juga. Dia diam saja dia di atas kuburan nenek,” jelas Dirgayasa, Selasa 25 Oktober 2016.
Dirgayasa dan keluarga mengetahui jika Sari ingin menyampaikan pesan jika ia sangat kehilangan ata meninggalnya neneknya. Tak mau kehilangan momen Dirgayasa mengabadikan kesetiaan Sari melalui kamera ponselnya.
?
“Sari sepertinya mau bilang kalau dia sangat sedih dan merasa kehilangan sekali dengan kepergian nenek saya,” jelasnya. Kisah Sari kini menjadi viral di media sosial Facebook. Sejumlah Nitizen cukup salut atas kesetiaan Sari.
Hingga kini, kabarnya Sari masih mendatangi pusara majikannya tersebut. Pagi ia datang, sore hari ia pulang.
Jurnalis : Bobby Andalan / Editor : Irvan Sjafari / Foto : Bobby Andalan