SABTU, 29 OKTOBER 2016
TULUNGAGUNG — Kawasan wisata ‘Kampung Susu Dinasty’ yang berada di Kabupaten Tulungagung tepatnya Desa Sidem, Kecamatan Gondang ini memberikan paket edukasi komplit kepada anak-anak mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Dasar (SD) untuk belajar lebih dekat dengan proses pengolahan susu sapi yang benar.

Meski baru dibuka sejak tahun 2015 lalu, animo masyarakat Tulungagung ternyata bagus. Hingga akhirnya yang awalnya hanya untuk perah susu sapi kini mulai beralih menjadi kampung wisata.
Penanggung jawab wisata, Eko Setyawan menjelaskan, paket edukasi dimulai dari Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu per siswa. Pertama-tama setiap anak diberi produk susu segar 250 ml, kemudian diajak memerah susu sapi.
“Diberi tahu tempat pengolahan biogas, dilanjutkan memberi makan sapi dan menjadi dokter hewan kecil,” ujarnya kepada Cendana News, Sabtu (29/10/2016).
Anak-anak juga diajari mengolah susu sapi dan pengemasan, diberi produk hasil perahan yang sebelumnya dilakukan.
Menurut Eko, paket edukasi ini memang paling menarik minat orang tua siswa sehingga setiap minggu selalu ada rombongan yang datang. Dan diharapkan setiap anak sepulangnya dari kampung susu memiliki wawasan baru yang tidak terlupakan.
“Tidak hanya paket edukasi, kami juga menjual produk susu segar, yogurt, dan susu pasteriusasi,” tuturnya.
Ada yang menarik dari kampung susu ini untuk setiap hari Senin hingga Sabtu pengunjung tidak dikenakan tarif parkir dan tiket masuk, sedangkan untuk hari Minggu dikenakan tiket parkir saja.
“Kami memang tidak menarik biaya masuk alias gratis hal ini demi menarik pengunjung kesini, diharapkan kedepan jika sudah layak kami akan mengenakan tarif masuk,” tukasnya.
Selain berhubungan dengan susu dan sapi, terakhir anak diajak menanam cabai di polibag dan menangkap ikan lele dari ember dan itu bisa dibawa pulang semua. Fasilitas yang terdapat di kampung susu ini sudah mulai lengkap seperti area parkir, toilet umum, musholla, dan tempat duduk untuk beristirahat. Namun sayang, akses menuju kampung susu agak susah karena tidak berada tepat di samping jalan raya besar.
“Kami berusaha membenahi fasilitas seperti jalan menuju disini kami cor, ini untuk menarik pengunjung,” paparnya.

Kedepan pihak manajemen dari kampung wisata ini berharap segera memiliki area taman bermain untuk anak-anak sekaligus pabrik pengolahan susu yang merupakan sumbangan dari pemerintah daerah.
“Meski ini milik pribadi, kami harap ada perhatian khusus dari pemerintah seperti akses jalan dan penunjuk arah ke tempat ini,” pungkasnya.
Jurnalis : Charolin Pebrianti / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Charolin Pebrianti