MALANG — Tiga mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) berhasil membuat sebuah alat dan aplikasi inovasi teknologi dalam bidang pertanian bernama Ur-Valve (Urban Valve) yang fungsinya memudahkan para petani dalam melakukan penyiraman tanaman. Ketiga mahasiswa tersebut yakni Mukmin dan Rizky Novriyansyah (Fakultas Ilmu Komputer) serta Nurizky Bagus Setyawan (Fakultas Pertanian).
Mukmin, mekanik Ur-Valve menceritakan bahwa ia bersama kedua rekannya melihat adanya permasalahan di lapangan dimana para petani biasanya menghabiskan waktunya dengan sistem dan penyiraman yang kurang tepat. Sehingga waktu mereka yang sebenarnya bisa di manfaatkan untuk aktivitas lainnya justru harus terbuang hanya untuk penyiraman.
“Kemudian kami menciptakan inovasi teknologi Ur-Valve supaya dapat membantu para petani agar waktunya yang produktif tidak hanya dihabiskan untuk penyiraman konvensional, tapi bisa juga dimanfaatkan untuk melakukan aktivitas pertanian lainnya,”ujarnya.
Ia menambahkan, Ur-Valve ini adalah alat manajemen penyiraman berbasis Internet of Things (IoT) Agriculture (pertanian), dimana mereka bertiga memadupadankan antara IoT dengan Agriculture, imbuhnya.
Di dalam aplikasi Ur-Valve bisa dimasukkan berbagai data penyiraman dan parameternya seperti jenis tanaman, waktu penyiraman, debit air, jenis tanah dan kelembapan udara. Kemudian dari data yang sudah dimasukkan tadi, maka akan menghasilkan data waktu penyiraman kapan dan debit airnya berapa. Setelah itu data dikirimkan Ur-Valve device yang berfungsi untuk mengatur aliran airnya.
“Jadi misalkan data yang kita masukkan adalah penyiraman harus dilakukan setiap jam enam pagi dengan debit air 1000 ml setiap kali penyiraman, maka secara otomatis alat tersebut akan mulai melakukan penyiraman pada jam enam pagi dan jika debit air telah mencapai 1000 ml maka penyiraman akan berhenti secara otomatis,” ungkapnya.
Selain itu, alat ini juga dapat digunakan untuk pemupukan yang menggunakan pupuk cair, tambahnya. Lebih lanjut Mukmin menyampaikan bahwa dengan alat ini, petani bisa menghemat air yang digunakan karena sudah terdapat pengaturan debit air.
“Yang terpenting, petani tidak perlu lagi menghabiskan waktu produktifnya hanya untuk penyiraman konvensional, karena dengan Ur-valve sudah bisa diatur waktu penyiramannya, bahkan bisa di sesuaikan dengan jenis tanaman yang akan di siram,” jelasnya.
Namun demikian, alat ini masih berupa prototipe sehingga belum diperjual belikan karena masih dalam tahap pengembangan dan perbaikan.
Jurnalis : Agus Nurchaliq / Editor : Irvan Sjafari / Foto : Agus Nurchaliq