FGD Pentahelix Diselenggarakan untuk Memberikan Wawasan dan Persamaan Persepsi Mengenai Ekraf

SENIN, 1 AGUSTUS 2016

KENDARI — Dalam rangka merumuskan, menetapkan, mengkoordinasikan, dan sinkronisasi kebijakan ekonomi kreatif, Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) sebagai lembaga pemerintah non kementerian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden melalui menteri yang membidangi urusan pariwisata mengadakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pentahelix bekerjasama dengan Bandung Creatif City Forum (BCCF) di aula Hotel Clarion Kendari Sulawesi Tenggara, Hari Minggu, 31/07/2016 Pukul 14.00 WITA.

Kegiatan FGD Pentahelix diselenggarakan pada tanggal 31 Juli hingga 1 Agustus 2016, dihadiri sebanyak 80 orang dari unsur Pentahelix yakni pemerintahan, pengusaha, akademisi, media dan komunitas yang tersebar di Sulawesi Tenggara terkhusus Kota Kendari.
Melihat banyaknya potensi sumber daya alam, situs peninggalan sejarah, flora dan fauna, keragaman budaya lokal disertai masakan kuliner, Kendari sebagai kota transit dan memiliki potensi wisata yang tersebar setiap kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara.

Sehingga Rendra, penggiat ekonomi kreatif Sulawesi Tenggara menyatakan potensi ini harus benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan daerah dan menekan angka pengangguran di Sultra.
Lanjut Rendara, menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pentahelix sangat penting dengan tujuan memberikan wawasan dan persamaan persepesi mengenai ekonomi kreatif dan peran setiap unsur Pentahelix dalam ekosistem sehingga terbentuk satu kekuatan untuk pengembangan ekonomi kreatif di indonesia.
Acil ketua Kendari kreatif menuturkan dalam berjalannya kegiatan akan dibagi beberapa kelompok untuk melakukan pemetaan potensi kreativitas sebagai acuan rekomendasi yang akan dikembangkan.

Selain itu, menyampaikan harapannya agar terbentuk lembaga pendidikan formal maupun nonformal untuk menciptakan kreator-kreator muda, adanya kawasan sebagai wadah menuangkan hasil kreatifitas, menciptakan infrastruktur yang mendukung, aspek permodalan yang dikelola perbankan secara spesifik demi kemajuan ekonomi kreatif, perlindungan pelaku usaha mengenai hak intelektualnya dan adanya regulasi yang menjamin produk agar bisa laku di pasaran, ujar Acil.
Fiki C Satari Ketua Bandung Creatif City Forum (BCCF) mengatakan semua unsur Pentahelix menyatukan sinergi seperti media melakukan promosi yang intens setiap potensi ekonomi kreatif hal itu bagian perlidungan hak intelektual pelaku usaha, akademisi memberikan rumusan-rumusan secara nyata, pemerintah sebagai regulator menjamin ketersedian pasar, perusahaan memberikan bantuan melalui dana Corporate Social Responsibility (CRS) dan sebaliknya komunitas membantu perusahaan sehingga semua stek holder terkomunikasi dengan baik, ujarnya. (Siddiq Muharam)
Lihat juga...