SENIN, 1 AGUSTUS 2016
MAUMERE — Seluruh komponen masyarakat diharapkan dapat bertanggung jawab untuk terus membangun, membina dan menumbuh kembangkan wawasan kebangsaan dalam diri para generasi muda sejak usia dini, teristimewa melalui jenjang pendidikan.

Demikian disampaikan Dandim 1603 Sikka Letkol Inf. Abdulah Jamali dihadapan siswa-siswi SMPK dan SMAK Frateran Maumere, Senin (1/8/2018).
Sebagai anak bangsa tegas Dandim Abdulah, para generasi muda harus memiliki semangat cinta tanah air.
“Sebagai anak muda kita harus dapat meneladani dan menjadikan semangat dan motifasi perjuangan yang telah diberikan para pahlawan kita dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan,”ujarnya.
Implementasi dari semangat tersebut sebutnya harus dapat diwujudkan melalui keikutsertaan dalam mengisi pembangunan nasional menuju cita-cita masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
“Para putra dan putri Indonesia harus memiki semangat dan daya juang tinggi di landasi nilai-nilai Perjuangan bangsa berwawasan kebangsaan, berkarakter dan cinta terhadap Tanah Air Indonesia,”pintanya.
Mengawali penyampaiannya di depan seluruh siswa dan siswi Dandim 1603 Sikka membahas tentang wawasan kebangsaan yang harus dimengerti oleh para pelajar karna dengan berbekal wawasan kebangsaan yang meliputi darat, laut dan udara meruakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan.
Oleh karena itu pesannya, generasi muda khususnya para pelajar perlu di ingatkan dan di tanamkan kembali tentang wawasan kebangsaan atau bela negara sejak dini mengingat generasi mudalah yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa Indonesia.

Selain itu Dandim Abdulah juga menyampaikan tentang trend perang saat ini yaitu salah satunya berupa proxy war. Di Indonesia terangnya, sasarannya adalah generasi muda guna menghilangkan rasa nasionalisme dan patriotisme.
Juga tambahnya, sasarannya agar anak-anak sebagai generasi muda tidak mau menghargai orang tua,tidak peka terhadap lingkungan, sikap dan perilaku yang tidak mencerminkan budaya bangsa dan egoisme serta kebebasan tanpa batas.
“Dengan demikian bangsa ini akan mudah dipecah belah dan mudah dikendalikan oleh pihak ketiga,” terangnya.
Dandim Abdulah juga menyinggung bahaya narkoba, seks bebas, pornografi, terorisme, aliran sesat dan kekerasan, ancaman kelompok radikal seperti ISIS serta perkelahian antar pelajar.
Mengakiri penyampaiannya Dandim berpesan kepada para pelajar penerus bangsa dan tongkat pemimpin di masa mendatang untuk menjaga bangsa ini dengan memulai pada diri sendiri untuk senantiasa berbuat yang terbaik bagi keluarga, sekolah, bangsa dan negara yang kita cintai
Hadir dalam kesempatan tersebut wakil bupati Sikka, Paolus Nong Susar, perwira seksi teritorial Kodim 1603 Sikka, Kapten Inf. Sadiman, Kasdim 1603 Sikka Mayor Inf. Murhono Basuki, tokoh masyarakat, Daniel Woda Pale, ketua PEPABRI Mohamad Mangge, para guru dan perwira staf kodim 1603 Sikka
Sebelum memberikan materi wawasan kebangsaan diawali dengan upacara bendera di lapangan SMAK Frater Maumere yang dihadiri para siswa-sswi SMPK dan SMAK Frateran Maumere.
[Ebed De Rosary]