SELASA, 19 JULI 2016
BALIKPAPAN — Sebanyak 15 kecamatan di provinsi Kalimantan Timur memperoleh bantuan dana pos pelayanan teknologi (Posyantek) pada tahun ini. Bantuan posyantek itu mendukung pengembangan pos pelayanan teknologi agar ke depan lebih berinovasi dan kreatif.
![]() |
| Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPM-PD) Provinsi Kaltim HM Jauhar Efendi |
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPM-PD) Provinsi Kaltim HM Jauhar Efendi mengungkapkan pemberian bantuan posyantek ini merupakan sebagai bentuk dana stimulan kepada posyantek yang aktif. Dengan tujuan mereka dapat berkreasi, berinovasi dan memberikan manfaat kepada masyarakat.
“Ini sebagai dana stimulan kepada posyantek untuk lebih berinovasi dan memberikan manfaat kepada masyarakat khususnya pada produk yang dihasilkan,” terangnya saat ditemui Selasa, (19/7/2016).
Jauhar mengatakan selama beberapa Kabupaten dan kota sudah aktif dalam teknologi tepat guna. Dan dengan bantuan tersebut masyarakat pada Kabupaten/Kota untuk lebih aktif lagi. Nantinya masing-masing posyantek memperoleh Rp 35 Juta.
“Bantuan itu juga tidak langsung diserahkan, tetapi BPMPD akan melakukan verifikasi terhadap kinerja para pengelola Posyantek. Diantaranya dengan melihat keaktifan dalam membantu masyarakat sekitar, yang dibuktikan menciptakan teknologi yang bermanfaat,” ujarnya.
Lanjut Jauhar, inovasi tersebut menghasilkan hal yang bermanfaat bagi petani maupun pekebunan, karena produksi pertanian warga bisa berkualitas bagus akibat diolah dengan teknologi hasil ciptaan anggota Posyantek.
“Teknologi yang potensi di Kaltim ini yang membantu bidang pertanian, perkebunan yang tengah dikembangkan provinsi ini,” pungkasnya.(Ferry Cahyanti)