MANADO—Kelompok pecinta lingkungan (KPL) Manengkel Solidaritas akan jadikan Desa Bahoi sebagai kawasan Eko Wisata, karena kaya akan hutan mangrove. Hal ini dikatakan salah satu personil aktivis KPL Manengkel Solidaritas Iksan Runtukahu pada Cendana News saat mengisi acara diskusi publik Smart Government, Selasa (19/7/2016).

Iksan menegaskan, kegiatan Manengkel Solidaritas yang dimulai sejak tahun 2015 lalu di Desa Bahoi terus berlanjut hingga tahun 2016 ini, dan semua mendapat dukungan dari pemerintah setempat, oleh sebab itu saat ini sebagian besar pengurus dan teman-teman Manengkel Solidaritas masih berada di Bahoi untuk mengerjakan kegiatan yang terkait dengan dengan proyek hutan mangrove di desa Bahoi.
“Desa Bahoi memiliki luas hutan Mangrove lebih dari 1000 hektar, karena itu dengan bantuan sejumlah NGO kami serius untuk menggarap daerah tersebut sebagai kawasan eko wisata yang pertama dan satu-satunya di Sulawesi Utara,” Tegasnya.
Menurut Iksan, program yang dilakukan oleh Manengkel Solidaritas di Bahoi mendapat dukungan sepenuhnya dari pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, jika ke depan ada bantuan yang akan diberikan kami akan menyambut dengan baik dan siap berkolaborasi untuk kepentingan masyarakat.
“Kita lagi mempersiapkan program “Sekolah Sei Pantai” yang akan diluncurkan di Bahoi dan Arakan, program ini nantinya akan melibatkan sejumlah jurnalis dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado, selain dari masyarakat sekitar dan pemerintah daerah”, pungkasnya. (Ishak Kusrant)