KAMIS, 21 JULI 2016
YOGYAKARTA — Sensus atau Survei Khusus Ekonomi Kreatif Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) akan dilakukan bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) di 54 Kabupaten/Kota di 34 Provinsi di Indonesia Agustus nanti. Survey akan dilakukan terhadap 4.400 Badan Usaha yang menjadi cakupan wilayah kerja Bekraf.

Dalam penjelasan publik terkait Survey Khusus Ekonomi Kreatif, Kamis (21/7/016), Kepala Badan Pusat Statistik, DR. Suryamin, MSc, menjelaskan, lima hal yang menjadi target Pemerintah indikatornya bisa dilihat dari hasil survey atau sensus yang dilakukan oleh BPS. Lima target itu adalah pertumbuhan ekonomi yang harus terus meningkat, inflasi yang terjaga, harga kebutuhan pokok yang terkendali dan menurunnya pengangguran dan terbukanya lapangan kerja, yang semuanya akan berdampak kepada menurunnya tingkat kemiskinan dan memperkecil kesenjangan ekonomi.
BPS, kata Suryamin, kini juga sedang menyelesaikan Sensus Ekonomi (SE) yang hasilnya akan segera dirilis pada akhir tahun ini. Hasil SE 2016 itu akan menunjukkan potensi ekonomi di luar sektor pertanian yang di dalamnya juga ada sektor ekonomi kreatif. Karenanya, dalam Survey Khusus Ekonomi Kreatif nanti, hasil SE 2016 akan lebih diperinci lagi guna mengetahui secara rinci profil pelaku ekonomi kreatif berikut kendala dan luasan pasarnya.
Sementara itu, lanjut Suryamin, berdasarkan data tahun sebelumnya tercatat ada sebanyak 22, 6 Juta pelaku ekonomi kreatif. Jumlah tersebut saat ini dipastikan meningkat, seiring dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi melalui internet. Karenanya pula, survey khusus ekraf nanti juga akan mencari informasi seberapa jauh para pelaku ekraf dalam menggunakan internet untuk pemasaran produknya. Survey khusus akan menyasar 16 sub sektor ekraf, yaitu aplikasi dan pengembangan permainan, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film, animasi dan video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa serta televisi dan radio.
“Survey akan dilakukan bertahap mulai dari mengumpulkan informasi dan menyusun kuisioner dan buku pedoman serta melatih petugas yang akan diterjunkan dalam pelaksanaan survey khusus ekonomi kreatif”, pungkasnya. (koko)