SELASA, 12 JULI 2016
YOGYAKARTA — Kendati situasi di sejumlah pasar tradisional pada sepekan pasca lebaran ini, Selasa (12/7/2016), tampak lengang, namun harga daging ayam masih bertengger di angka Rp. 40.000 Per Kilogram. Harga tersebut mengalami kenaikan signifikan dari harga semula Rp. 35.000 Per Kilogram, yang terjadi sejak sehari sebelum lebaran.
![]() |
| Pasar Sambilegi masih sepi |
Tingginya permintaan daging ayam di tengah sulitnya pasokan daging ayam dari peternak sejak sebelum hari lebaran, menyebabkan harga jual daging ayam di pasar tradisional terus mengalami kenaikan. Bahkan, harga daging ayam saat ini masih berada di angka Rp. 40.000 Per Kilogram, dengan omset penjualan yang justru meningkat.
Pedagang daging ayam di Pasar Sambilegi, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Sumiarsih (48), mengatakan, terus naiknya harga daging ayam sejak sepekan sebelum lebaran tidak mengurangi jumlah penjualannya. Bahkan, dengan posisi harga tinggi sebesar Rp. 40.000 Per Kilogram, pada H-1 Lebaran jumlah penjualannya justru meningkat hingga mencapai 1 Kwintal lebih. “Padahal, hari-hari sebelumnya penjualan paling banyak dalam sehari hanya 70 Kilogram”, ujarnya.
![]() |
| Sumiarsih, pedagang daging ayam |
Kondisi tersebut diakui Sumarsih sangat menguntungkan bagi para pedagang. Apalagi, jumlah permintaan atau penjualan daging ayam hingga saat ini pada sepekan pasca lebaran terhitung masih tinggi. Menurutnya, permintaan tinggi datang dari para pedagang kuliner seperti bakso, sate dan sejenisnya. Karenanya, meski kondisi pasar tampak sepi, namun penjualan daging ayam tetap tinggi.
Sementara itu, berbeda dengan daging sapi yang pada sepekan pasca lebaran ini telah mengalami penurunan harga jual dan omset penjualan. Menurut salah satu pedagang daging sapi lokal di Pasar Sambilegi, Rusidi (48), harga jual daging sapi lokal sejak hari kedua pasca lebaran mulai turun dari harga Rp. 130.000 menjadi Rp. 115.000 Per Kilogramnya. Sama halnya dengan daging ayam, kata Rusidi, peningkatan omset penjualan daging sapi lokal di musim lebaran ini juga terjadi pada sehari sebelum lebaran, dengan jumlah omset mencapai 1 Kwintal lebih, dengan harga jual saat itu sebesar Rp. 125.000 Per Kilogram. “Padahal, di hari biasa saya hanya mampu jual sebanyak 25 Kilogram”, ujar Rusidi.
![]() |
| Rusidi, pedagang daging sapi |
Selain daging ayam dan sapi, harga sebagian bahan pokok juga terpantau masih tinggi. Misalnya, harga bawang merah yang masih berada di angka Rp. 36.000 Per Kilogramnya. Menurut pedagang bahan pokok di pasar yang sama, Rubinem (55), harga itu sudah mengalami penurunan dari harga sebelumnya yaitu Rp. 40.000 Per Kilogram. Selain itu, harga cabe yang sebelum lebaran naik menjadi Rp. 50.000 Per Kilogram, kini sudah turun menjadi Rp. 20.000. “Sedangkan harga bahan pokok lain terhitung stabil”, pungkas Rubinem. (koko)

