LAMPUNG — Puluhan petani di Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan terpaksa melakukan proses penyulaman dan penyemprotan pestisida akibat gangguan hama wereng yang menyerang lahan pertanian di desa mereka. Serangan hama wereng tersebut terjadi saat tanaman padi yang ditanam berumur sekitar dua bulan sehingga petani terpaksa mencari bibit baru akibat sebagian tanaman padi mengalami pembusukan pada bagian daun dan batang.
Solihin, salah satu petani di Desa Klaten, Kecamatan Penengahan mengungkapkan akibat serangan hama tersebut selain merusak tanaman juga dikhawatirkan bisa berdampak pada menurunnya produksi padi. Ia bahkan mengakui serangan hama wereng telah mengakibatkan tanaman padi seperti terbakar dan membusuk.
“Saya dan istri harus selalu rajin melakukan pemeriksaan setiap hari dengan mencabut gulma yang tumbuh diantara tanaman padi sementara saya menyemprot hama menggunakan pestisida”ungkap Solihin saat bersama istrinya melakukan perawatan tanaman padi di sawahnya,Selasa (12/7/2016)
Selain mendapat serangan hama wereng serangan hama terhadap tanaman padi tersebut petani di wilayah tersebut juga harus menghadapi hama walang sangit dan juga ulat perusak daun juga mengganggu tanaman, terutama saat tanaman berumur 1,5 hingga 2 bulan.
Beruntung serangan hama wereng terjadi saat padi masih muda sehingga petani masih bisa mengganti tanaman padi yang terserang hama. Sebelumnya serangan hama wereng terjadi ketika tanaman padi sudah mulai menguning bahkan beberapa hari siap dipanen. Akibat serangan hama itu mengakibatkan kerugian bagi para petani sawah, baik dari biaya perawatan maupun menurunnya produksi padi, katanya.
Untuk mengatasi hama-hama tersebut, petani berusaha melakukan penyemprotan dengan menggunakan pestisida dan insektisida dalam dua minggu sekali. Ia mengakui untuk mengatasinya, ia berusaha menghalau hama pengganggu tersebut dengan cara melakukan penyemprotan sebanyak dua minggu tiga kali. Dengan menggunakan insektisida Pentacarb, sejenis racun berbentuk pekatan berwarna coklat yang dapat untuk mengendalikan hama padi tersebut, selain itu juga ditambah insektisida jenis tridatrin.
Akibat serangan hama wereng ia mengakui dikarenakan tanaman sudah rusak akibat diganggu hama, dirinya juga melakukan penyemprotan zat perangsang tanaman yang mudah diserap tanaman padi yaitu dengan menggunakan pupuk penyubur daun agar tanaman bisa tumbuh dengan sempurna.
Sementara itu, serangan hama juga terlihat pada tanaman padi beberapa desa di beberapa desa di Kecamatan Penengahan, di mana tanaman padi yang hendak memasuki masa berbuah terlihat daunnya layu.
Percepatan masa tanam bulan Mei hingga Oktober dengan curah hujan yang tinggi membuat beberapa petani memilih mempercepat masa tanam untuk memanfaatkan pasokan air yang masih tercukupi pada triwulan tahun ini. Percepatan masa tanam oleh para petani bahkan dilakukan dengan memanfaatkan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang berasal dari bantuan dari pemerintah.(Henk Widi)