SDM Pondok Pesantren Miliki Potensi Berwirausaha

JUMAT, 29 JULI 2016

BALIKPAPAN — Pondok pesantren (Ponpes) dinilai mampu memberikan kontribusi besar bagi daerah dengan diberlakukannya MEA, apabila sumber daya manusia diberikan pelatihan sesuai dengan bidangnya. Hal itu disampaikan Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Balikpapan Yasser Arafat saat menjadi pembicara workshop kewirausahaan di kantor Bank Indonesia Balikpapan, baru-baru ini.
Yasser mengatakan Ponpes telah memiliki modal untuk mengembangkan perekonomian mandiri, yang dapat memenuhi kebutuhan sehari-sehari bagi para penghuninya. Hal itu terbukti adanya sejumlah pesantren yang memiliki unit usaha sendiri.
“Apalagi Ponpes memiliki modal berupa kepercayaan publik mengenai integritas dan kredibilitas para santri. Ini cukup memudahkan dalam berwirausaha,” ungkapnya saat menjadi salah satu narasumber.
Selain itu menurutnya, masyarakat cenderung mempercayai bahwa anak-anak lulusan pesantren memiliki sikap, kompetensi dan kejujuran yang baik.
Dalam workshop kemandirian berwirausaha itu, Yasser juga berbagi pengalaman mengenai menjadi berwirausaha yang sukses.
Yasser menyebutkan ada lima hal yang menjadi wirausaha sukses. Diantaranya integritas dan kredibilitas yang harus dijaga kepada publik. 
“Dengan integritas dan kredibilitas publik atau sebagai klien merasa percaya akan tugas yang diberikan kepada kita,” tutupnya.
[Ferry Cahyanti]
Lihat juga...