SELASA, 26 JULI 2016
SOLO — Banyaknya proyek fisik pada tahun ini yang molor pengerjaanya membuat Bupati Karanganyar Jawa Tengah, Juliatmono geram. Pasalnya, upaya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat kaitannya pembangunan fisik tersebut selalu meleset dari target perencanaan awal. Orang nomor satu di Karanganyar itu mengancam akan mencopot jabatan Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) jika kejadian molornya proyek itu kembali terjadi di tahun depan.

“Saya tidak mau kejadian ini (proyek molor) kembali terjadi di tahun depan. Saya minta setiap kepala SKPD mencermati pekerjaannya. Kita kejar semuanya. Awal tahun harus sudah dilelang dan sudah ada pemenangnya. Kalau masih ada proyek molor, pimpinan SKPD-nya saya copot. Akan saya pindah langsung,” ancam Juliatmno disela-sela ground breaking pembangunan pelebaran Jalan Lawu, Selasa (26/7/16).
Dicontohkan Bupati, pengerjaan pelebaran sekaligus peningkatakan kualitas Jalan Lawu ini juga molor dari rencana awal. Sebab, pembongkaran median jalan yang sudah dilakukan pada akhir tahun lalu, dan ditargetkan pada Maret 2016 lalu sudah selesai dikerjakan. Akan tetapi proyek ini justru molor karena terkendala lelang dan memasuki akhir Juli ini baru mulai dikerjakan.
“Kalau proyek molor terus dapat kehilangan momentum. Seperti Jalan lawu ini yang diharapkan lebaran (arus mudik-balik) dapat digunakan, realisasinya justru hingga sekarang belum selesai,” terangnya.

Bupati meminta semua Kepala SKPD fokus terhadap pekerjaan yang sebelumnya telah direncanakan. Jika dinilai tidak memungkinkan, dan tidak sanggup SKPD terkait diminta tidak usah mengajukan ke APBD. Kepala SKPD juga diminta untuk memperhatikan kecepatan dan ketepatan dalam bekerja.
“Antara Progres dan speed-nya harus diperhatikan. Jangan sampai lepas dari momentum, karena momentum ini penting,” tandasnya.
Untuk pembangunan Jalan Lawu itu, Mantan Politisi Partai Golkar tersebut berharap dapat dikebut dan selesai sebelum perayaan 17 Agustus. Pihak pelaksana proyek juga diminta untuk menambah alat berat jika memang dibutuhkan untuk percepatan jalur utama Kabupaten Karanganyar tersebut.

“Saya minta pekerjaan ini dikebut. Jika perlu ditambah alatnya, ya secepatnya ditambah. Namun kualitasnya jangan sampai menurun dari specknya,” imbuh Bupati.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Karanganyar, Edi Sriyatno menyatakan jika keterlambatan pengerjaan proyek jalan Lawu tersebut karena terkendala lelang. Pihaknya juga berjanji akan mempercepat perbaikan jalan utama tersebut. Menurutnya, jalan Lawu yang sebelumnya menjadi jalan Provinsi, tahun ini sudah berubah menjadi jalan Kabupaten.
“Jika sesuai kontrak kerja, pekerjaan ini ditandatangani 18 Juli dan berakhir 14 Desember. Namun kami akan berusaha keras sehingga saat perayaan 17 Agustus untuk ruas dari Papahan sampai perempatan Pegadaian sudah kelar,” paparnya.
Perbaikan jalan Lawu dengan nilai kontrak mencapai Rp 16,7 miliar itu akan mengerjakan jalan sepanjang 5 kilomter. Yakni mulai dari simpang empat Papahan hingga simpang enam Bejen.
“Tahun depan, kami akan usulkan pembangunan saluran drainasenya, agar daya tampung airnya lebih besar,” pungkasnya. (Harun Alrosid)