MINGGU, 3 JULI 2016
LAMPUNG — Puncak arus mudik hari raya Idul Fitri 2016/1437 Hijriyah mulai menunjukkan peningkatan. Pelabuhan Bakauheni Lampung diisi oleh pemudik pengguna kendaraan bermotor, kendaraan pribadi, bus, serta berbagai jenis moda transportasi lain. Lalu lintas kapal di lintasan Selat Sunda yang normal hanya sekitar 81 trip mulai meningkat sebanyak 106 trip perhari.

Kondisi padatnya sejumlah kapal di lintasan Selat Sunda bahkan rata rata dipenuhi oleh dominasi kendaraan roda dua yang berasal dari sejumlah dermaga di Pelabuhan Merak. Kondisi kapal yang penuh penumpang dengan kendaraan tersebut berakibat asap knalpot kendaraan berpengaruh pada penumpang pejalan kaki.
Beberapa penumpang yang masih menjalankan ibadah puasa bulan suci Ramadhan mengalami dehidrasi dan pingsan sesaat sebelum turun kapal. Bahkan penumpang pejalan kaki asal Karawachi Tangerang yang hendak pulang ke Rumbia Lampung Tengah menggunakan kendaraan travel BE 2035 FH pingsan.
Menurut petugas posko kesehatan di posko kesehatan terpadu Bakauheni,Ferdinand, pasien pingsan bernama Kiki (29) warga Renobinangun Desa Kecamatan Rumbia, Kabupaten Lampung Tengah. Saat dirinya turun dari kapal roro KMP Dharma Rucitra yang sandar di dermaga V Pelabuhan Bakauheni. Diagnosa sementara korban pingsan akibat perjalanan di kapal yang lama dan paparan asap kendaraan saat akan keluar dari kapal.
“Saat akan turun dari kapal semua kendaraan sudah menyalakan mesin akibatnya banyak asap yang terhirup oleh penumpang, kondisi fisik penumpang yang kurang baik mengakibatkan korban kekurangan pasokan oksigen,” ungkap Ferdinand, petugas medis di posko kesehatan saat dikonfirmasi Cendana News, Minggu (3/7/2016).
Sebelumnya korban pingsan dibawa oleh rekan rekannya yang menyewa kendaraan travel untuk mengantar beberapa penumpang lain yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di Jakarta. Petugas medis langsung memberikan tindakan pertolongan dengan memberikan oksigen dan meminta korban beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan ke tempat tujuan.
Selain korban pingsan, sebagian penumpang lain yang mengalami gangguan kesehatan juga terpaksa menjalani pemeriksaan kesehatan di posko kesehatan. Beberapa petugas dari Palang Merah Indonesia (PMI) menyiapkan kursi roda untuk membawa penumpang yang sudah tak kuat berjalan melalui gangway dari kapal menuju terminal kedatangan pelabuhan Bakauheni.
Beberapa petugas dan relawan terpantau bersiaga di pelabuhan Bakauheni diantaranya relawan dari Pramuka Kwaran Lampung Selatan, PMI, Basarnas, serta petugas kesehatan dari Dinas Kabupaten Lampung Selatan serta petugas kesehatan lain yang siaga mengantisipasi gangguan kesehatan pemudik.

Hingga H minus tiga hari raya Idul Fitri 1437 Hijriyah, tercatat sekitar 50 pasien yang menjalani pemeriksaan dan perawatan di posko kesehatan Lampung Selatan. Ferdinand, petugas siaga di posko kesehatan mengaku pemudik dengan masalah kesehatan rata rata ditimbulkan akibat kurangnya istirahat dan gangguan kesehatan selama perjalanan. Selain pemudik dewasa diantaranya laki laki dan perempuan sebagian pemudik yang mengalami gangguan kesehatan didominasi anak anak.
Beberapa pemudik diperbolehkan melanjutkan perjalanan setelah menerima pemeriksaan dan diberi obat. Sementara pemudik lainnya mendapat pemeriksaan fisik dan pelayanan kesehatan dengan pasien yang harus dirujuk ke rumah sakit sebanyak 1 orang akibat sudah mengalami gangguan kesehatan sebelum berangkat mudik.
[Henk Widi]