Melihat dari Dekat Penangkaran Jalak Bali yang Hampir Punah

SABTU, 30 JULI 2016

BALI —? Jalak Bali adalah hewan dilindungi yang nyaris punah. Masyarakat mengenal burung dengan suara merdu ini ?dengan sebutan Curik Bali. Dalam bahasa Latin, Jalak Bali dikenal dengan nama Leucopsar Rothschildi dan berada di Hutan Bali Barat.
Kendati begitu, di wilayah Kabupaten Badung ini telah ada tempat penangkaran Jalak Bali. Di Dusun Jempanang, Desa Belok Sidan, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, terdapat tiga pasang Jalak Bali yang tengah dikembangbiakkan oleh Kelompok Kerja Suara Lestari.
Ketua Kelompok Kerja Suara Lestari, I Wayan Ardika menjelaskan, penangkaran Curik Bali yang dilakukan kelompoknya telah memiliki legalitas formal dari instansi terkait, dalam hal ini Dinas Kehutanan Provinsi Bali. Pengurusan izin penangkaran dibantu oleh perusahaan Aqua melalui program Ayung Lestari. 
“Kami memilih melestarikan Curik Bali karena sudah diambang kepunahan dan sudah dilakukan sejak tahun lalu,” kata Ardika, Sabtu (30/7/2016).
Ia menceritakan, penangkaran Curik Bali mudah tak mudah dilakukan. Jika tahu karakter, pola hidup dan segala aktivitas Curik Bali, maka penangkaran mudah dilakukan. 
Soal makanan, Ardika melanjutkan, Curik Bali memakan buah-buahan yang disiapkan oleh kelompoknya. Sayang, penangkaran yang dilakukan Ardika dan rekannya belum membuahkan hasil. Beberapa kali bertelur, namun belum berhasil ditetaskan menjadi anak.
“Masih gagal terus. Rupanya kalau habis bertelur, induknya harus dipisahkan. Karena yang jantan akan marah dan merasa dicuekin, karena sang betina asyik mengerami telurnya,” paparnya.
Nantinya, hasil penangkaran yang dilakukan kelompoknya akan dilepasliarkan di lokasi. Dari hasil yang dipelajarinya, Curik Bali tak akan pergi jauh dari tempat penangkaran setelah dilepasliarkan ke alam. Ardika mengaku tak takut Curik Bali yang nantinya dilepasliarkan akan diburu warga sekitar. Sebabnya, desanya telah memiliki aturan yang melarang keras perburuan Curik Bali.
Ardika berharap dengan penangkaran Curik Bali desanya dapat menjadi destinasi wisata baru berbasis alam.
[Bobby Andalan]
Lihat juga...