RABU, 20 JULI 2016
YOGYAKARTA — Di era modern yang begitu banyak memberi pengaruh bagi perkembangan generasi bangsa, Pemuda Karang Taruna yang ada di berbagai daerah, khususnya di Yogyakarta, diharapkan mampu berperan dalam melestarikan kebudayaan setempat. Ini sebagai upaya membangun rasa kebangsaan dan nasionalisme di kalangan para muda yang saat ini dinilai mulai luntur.
![]() |
| Evaluasi Karang Taruna Desa Sardonoharjo |
Hal demikian dikatakan Ketua Karang Taruna Provinsi DI Yogyakarta, Gusti Kanjeng Ratu Condrokirono, saat mengunjungi Karang Taruna Desa Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Rabu (20/7/2016) di Balai Desa setempat. Kunjungan tersebut merupakan kegiatan evaluasi dan penilaian dalam rangka lomba Karang Taruna tingkat Kabupaten, guna memilih salah satu yang terbaik untuk mewakili DIY ke tingkat nasional.
Gusti Condro mengatakan, Karang Taruna sebagai wadah kreatif pemuda di desa diharapkan mampu melakukan kegiatan-kegiatan yang mendukung program-program Pemerintah, seperti pengentasan kemiskinan dan membuka lapangan kerja guna mengurangi pengangguran.
![]() |
| GKR Condrokirono meninjau Tarang Taruna Sardonoharjo |
“Melalui kegiatan Karang Taruna ini kita mengajak para pemuda untuk menjadi contoh yang baik”, ujarnya.
Sementara itu, lomba atau evaluasi Karang Taruna di Desa Sardonoharjo merupakan rangkaian kegiatan lomba Karang Taruna yang setiap tahun rutin diselenggarakan oleh Pemerintah. Ketua Tim Evaluasi Karang Taruna Dinas Sosial Provinsi DI Yogyakarta, Sucipto, mengatakan, di Yogyakarta ada sebanyak 438 Karang Taruna di tingkat desa dan 78 Karang Taruna tingkat Kecamatan. Kendati tak semuanya masih aktif, namun banyak Karang Taruna di Yogyakarta yang tergolong potensial menjadi juara.
Sementara dalam evaluasi itu, Sucipto menjelaskan ada 4 kriteria yang menjadi dasar penilaian. Pertama, Kelembagaan, yang meliputi aspek managerial, administrasi dan dukungan Pemerintah Desa setempat. Kedua, aspek Usaha Ekonomi Produktif (UEP) seperti perikanan, sablon, outbond, dan sebagainya. Ketiga, Usaha Kesejahteraan Sosial (UKS) seperti kegiatan sosial menyantuni yatim piatu. Keempat, Olahraga, Rekreatif dan Olahraga.
![]() |
| Sucipto |
“Kita akan menentukan satu Karang Taruna yang terbaik untuk dilombakan di tingkat nasional bulan depan, dalam sebuah upacara kenegaraan di Jakarta”, jelasnya.
Kabupaten Sleman secara rutin mengirimkan perwakilan Karang Taruna ke tingkat nasional selalu masuk dalam nominasi lima terbaik nasional. Bahkan, menurut Sucipto, Karang Taruna dari DI Yogyakarta cukup sering menjuarai perlombaan Karang Taruna di tingkat nasional.
“Kabupaten Sleman memang memiliki banyak generasi Karang Taruna yang potensial menjadi juara nasional”, pungkasnya. (koko)

